HIJRAH DARI INDONESIA GELAP KE INDONESIA EMAS

HERU B SETIAWAN

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

INSYAALLAH besok hari jum’at tanggal 27 Juni 2025 adalah tahun baru hijriah 1447, tahun baru hijriah atau tahun baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam.

Karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Pengertian hijrah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perpindahan, khususnya perpindahan Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya dari Mekah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy.

Lebih luas, hijrah juga dapat dimaknai sebagai berpindah atau menyingkir dari suatu tempat ke tempat lain dengan alasan tertentu, seperti keselamatan atau kebaikan.

Selain perpindahan fisik, hijrah juga bisa dimaknai sebagai perubahan sikap, perilaku, dan mental seseorang menuju ke arah yang lebih baik sesuai dengan ajaran agama Islam.

BACA JUGA :  Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Kebon Kembang, Perumda PPJ dan BSI Resmikan Sales Outlet Lapak

Maka adalah relevan penulis membahas hijrah yang dimaknai sebagai perubahan sikap, perilaku, dan mental seseorang menuju ke arah yang lebih baik sesuai dengan ajaran agama Islam, yang dihubungkan dengan kondisi Indonesia saat ini.

Tagar Indonesia Gelap merupakan tema unjuk rasa yang menuntut pertanggungjawaban atas sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Jika kita mau jujur masih banyak kasus-kasus dugaan korupsi dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang gelap.

Kasus-kasus itu juga tidak pernah diungkap ke publik. Selain itu, pemilihan tagar itu untuk menunjukkan adanya kontradiksi cita-cita pemerintah terhadap generasi muda dan rakyat.

Bangsa Indonesia ingin menjadi Indonesia pada tahun 2045, namun tindakan pemerintah saat ini justru menghambat impian itu.

Yang perlu kita kritisi adalah efisiensi Kabinet Merah Putih secara struktural dan teknis, mendesak Prabowo keluarkan Perpu Perampasan Aset, kemudian tolak revisi UU TNI, Polri, Kejaksaan dan lain-lain.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Tanpa mengurangi rasa hormat, penulis juga apresiasi terhadap kebijakan Prabowo yang sudah berusaha untuk berbuat terbaik bagi bangsa Indonesia.

Diantaranya dengan melibatkan TNI dan Kejaksaan dalam memberantas korupsi, karena dinilai KPK dan polisi bertindak tebang pilih dalam memberantas korupsi.

Untuk menjadi Indonesia Emas pada tahun 2045, mulai sekarang kita semua harus hijrah dari yang bermental malas jadi rajin, dari yang kianat menjadi Amanah.

Dari yang korupsi jadi tidak korupsi, dari yang suka sebar hoaxs jadi penyebar kebaikan, dari yang suka melanggar aturan jadi taat aturan, dari yang bohong jadi jujur dan lain-lain. Jadilah Indonesiaku. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================