Kasus Intoleransi di Sukabumi, Dedi Mulyadi: Jangan Biarkan Perbedaan Keyakinan Picu Perpecahan

Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat meninjau langsung vila yang dirusak sekelompok warga di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. (Foto: MPI/Dharmawan Hadi)

BOGORTODAY.COM, SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama setelah peristiwa pembubaran kegiatan retreat remaja Kristen dan perusakan vila di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Aksi intoleransi viral di media sosial karena terekam dalam sebuah video.

Saat mengunjungi langsung lokasi kejadian di Kampung Tangkil, Dedi yang akrab disapa KDM menyampaikan pesan bahwa perbedaan agama tidak seharusnya menjadi sumber konflik di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

“Kerukunan antarumat beragama harus terus dijunjung tinggi. Kita harus hidup rukun, saling menghargai dan menghormati perbedaan. Jangan sampai perbedaan keyakinan menjadi alasan perpecahan,” ujar KDM, Senin (30/6/2025).

Sebagai wujud empati, KDM memberikan bantuan senilai Rp100 juta guna memperbaiki vila milik Maria Veronica Nina yang dirusak sekelompok warga. Ia juga menyalurkan dukungan pemulihan trauma untuk warga dan penghuni vila yang terdampak.

BACA JUGA :  Wardatina Mawa Ingin Perceraian Segera Tuntas, Tegaskan Keputusan Sudah Bulat

Dedi menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

Mengenai aspek hukum, Dedi menyatakan tidak akan mencampuri proses hukum dan menyerahkannya sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Penyelesaian hukum harus dilakukan secara objektif, berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada,” katanya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================