
“Kami sudah petakan daerah-daerah rawan pelanggaran, umumnya di lokasi yang belum ada ETLE. Kawasan-kawasan ini akan kami jadikan target operasi,” jelasnya.
Selain itu, ia menyebut pendekatan mobile lebih efisien dibandingkan razia secara stasioner. Dengan ETLE Mobile, pelanggaran bisa ditindak langsung tanpa harus menghentikan kendaraan secara besar-besaran.
“Operasi stasioner bisa memicu pengendara untuk putar balik secara berbahaya. Maka dari itu, sistem patroli berbasis hunting ini akan kami kedepankan. Sekali lagi, cukup masyarakat patuh aturan saja—itu sudah sangat membantu memperbaiki kondisi lalu lintas di Jakarta,” tegasnya.(mg2)
Sumber: merdeka.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














