
Angkatan Darat dibagi dalam beberapa brigade: infanteri reguler, lapis baja, cadangan, dan infanteri pegunungan.
Swiss tidak memiliki angkatan laut konvensional karena tidak memiliki akses ke laut, namun tetap memiliki unit patroli maritim sungai yang beroperasi di Danau Konstanz, Danau Jenewa, dan Sungai Rhine, terutama di wilayah perbatasan dengan Jerman, Austria, dan Prancis.
- Industri Senjata Swiss Diakui Dunia
Melalui laman Armada International, diketahui bahwa Swiss memiliki industri persenjataan berteknologi tinggi.
Mowag adalah produsen kendaraan militer seperti Eagle dan Piranha yang digunakan di berbagai negara. Ada pula RUAG, pabrikan perlengkapan pertahanan udara. Senapan serbu SG 550 buatan SIG Sauer AG di Swiss juga dikenal luas karena akurasi dan kekuatannya.
SG adalah singkatan dari Sturmgewehr, artinya senapan serbu. SG 550 terkenal karena presisinya yang menjadikannya sebagai salah satu senapan serbu paling akurat di dunia.
- Aktif dalam Misi Perdamaian Internasional
Meski bersikap netral, Swiss tetap berkontribusi dalam pasukan penjaga perdamaian di bawah PBB. Menurut laman Swiss Federal Authorities, tentara Swiss telah terlibat di lebih dari selusin misi di Eropa, Afrika, dan Asia.
Misi SWISSCOY di Kosovo dimulai sejak 1999, mendukung pasukan NATO KFOR untuk menjaga keamanan warga.
Misi lain meliputi EUFOR ALTHEA di Bosnia dan penempatan dalam Neutral Nations Supervisory Commission di Panmunjeom untuk memantau gencatan senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan.
Sejak tahun 1990, militer Swiss telah dikerahkan ke berbagai tempat di bawah bendera PBB untuk menjadi pengamat dan penilai kondisi lapangan.
- Garda Swiss: Penjaga Tradisional Sri Paus
Menurut laman Vatikan, Garda Swiss adalah satu-satunya unit tentara Swiss yang masih aktif beroperasi secara internasional. Dibentuk oleh Paus Julius II pada tahun 1506, mereka bertugas mengawal Sri Paus dan Vatikan.
Pasukan ini dikenal karena keberanian mereka saat mempertahankan Paus Clement VII dari serangan tahun 1527 meski kalah jumlah. Hingga kini, Garda Swiss masih bertugas dengan pakaian khas dan tombak tradisional, namun di balik penampilannya, mereka adalah tentara terlatih yang mahir menggunakan senjata modern maupun teknik bela diri.
Secara tradisi, Garda Swiss masih mengawal Sri Paus hingga hari ini, dan di balik baju Garda Swiss yang unik tersebut, sejatinya mereka adalah anggota militer Swiss yang sangat terlatih.
Menarik, bukan? Kenetralan Swiss ternyata tidak berarti mereka tanpa pertahanan. Justru sebaliknya, mereka memiliki sistem militer yang unik, kuat, dan diakui dunia, serta aktif berkontribusi dalam menjaga perdamaian global.***
Sumber: CNN Indonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















