
Jenis Ikan dengan Kadar Merkuri Tinggi
Menurut Food and Drug Administration (FDA), berikut adalah daftar ikan yang mengandung merkuri dalam kadar tinggi dan perlu dibatasi konsumsinya, terutama oleh anak-anak, ibu hamil, atau mereka yang rentan terhadap racun:
- Ikan Jabad atau Tilefish (1,123 ppm)
Memiliki kandungan merkuri tertinggi. Ikan ini hidup lama dan berada di puncak rantai makanan, sehingga merkuri terakumulasi dalam jumlah besar.
- Ikan Todak atau Swordfish (0,995 ppm)
Meski populer sebagai bahan steak laut, kadar merkuri yang tinggi membuat ikan ini kurang aman dikonsumsi terlalu sering.
- Ikan Hiu (0,979 ppm)
Sebagai predator laut, hiu menyerap banyak merkuri dari mangsanya. Konsumsi daging hiu berisiko tinggi terhadap kesehatan.
- Tuna Mata Besar (Big Eye Tuna) – 0,689 ppm
Jenis tuna besar yang banyak digunakan dalam sushi ini memiliki kadar merkuri lebih tinggi dibanding jenis tuna lainnya.
- Orange Roughy (0,571 ppm)
Ikan ini bisa hidup hingga 150 tahun, menjadikannya rentan terhadap akumulasi merkuri dalam waktu lama.
- King Mackerel (0,730 ppm)
Berbeda dari makarel biasa dalam kaleng, jenis ini berukuran besar dan sering ditangkap di laut lepas. Kandungan merkurinya tergolong tinggi.
- Marlin (0,485 ppm)
Ikan marlin sering diincar karena tekstur dagingnya yang unik, tapi juga termasuk dalam daftar ikan dengan kandungan merkuri tinggi.
- Tuna (0,350 ppm)
Termasuk tuna albacore dan jenis lainnya. Meskipun populer dan mudah ditemukan, perlu dikonsumsi dalam batas wajar.
- Lobster (0,166 ppm)
Lobster masuk dalam kategori tingkat merkuri sedang. Tetap perlu dibatasi, terutama bagi mereka yang mengonsumsinya secara rutin.
- Ikan Baramundi atau Bass (0,167 ppm)
Meski termasuk dalam kadar sedang, tetap disarankan untuk tidak dikonsumsi berlebihan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.
Bijak Mengonsumsi Ikan
Ikan adalah sumber protein berkualitas tinggi dan kaya omega-3, yang baik untuk jantung dan otak.
Namun, penting untuk memilih jenis ikan dengan cermat dan membatasi konsumsi ikan bermerkuri tinggi.
Sebagai panduan aman:
- Pilih ikan dengan kadar merkuri rendah seperti salmon, sarden, ikan teri, dan lele.
- Batasi konsumsi ikan besar yang berada di puncak rantai makanan laut.
- Perhatikan rekomendasi konsumsi mingguan, terutama untuk ibu hamil dan anak-anak.
Konsumsi ikan secara bijak dapat memberi manfaat tanpa risiko—pastikan Anda mendapatkan nutrisi, bukan racun.***
Sumber: CNN Indonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















