
Israel Membantah, Korban Terus Bertambah
Militer Israel membantah jumlah korban tewas seperti yang dilaporkan otoritas Gaza. Pihak militer menyatakan bahwa pasukannya hanya melepaskan tembakan peringatan untuk “menghilangkan ancaman langsung” dari kerumunan besar yang berkumpul di sekitar titik distribusi.
Namun, kesaksian warga di lapangan menunjukkan realita yang jauh lebih tragis dan brutal. Qasem Abu Khater (36), salah satu korban selamat, menceritakan pengalamannya yang mengerikan.
“Saya bergegas ingin mengambil sekantong tepung, tapi tiba-tiba orang-orang berdesakan dan saling dorong. Lalu tank-tank Israel mulai menembak secara acak ke arah kami,” ucap Khater.
“Para tentara penembak jitu menembaki kami seolah-olah mereka sedang berburu binatang di hutan. Puluhan orang tewas tepat di depan mata saya, tidak ada yang bisa menolong siapa pun,” lanjutnya.
Situasi Kemanusiaan Makin Memburuk
Insiden terbaru ini menambah panjang daftar tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza yang kini menghadapi krisis kelaparan akut, infrastruktur runtuh, dan akses terbatas ke bantuan medis.
Ribuan warga Gaza terpaksa berkerumun dan bertaruh nyawa hanya demi sekarung tepung atau paket bantuan pangan.
Komunitas internasional kembali menyerukan gencatan senjata segera dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan yang aman dan bebas hambatan.
Namun, realitas di lapangan masih penuh kekerasan dan penderitaan, dengan warga sipil terus menjadi korban utama dalam konflik yang tak kunjung usai.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















