
Dedi tetap bersikukuh mempertahankan larangan study tour demi melindungi kepentingan masyarakat luas, terutama orang tua siswa yang kerap terbebani biaya perjalanan yang mahal.
“Saya berpihak pada rakyat, khususnya orang tua murid. Mereka seringkali terbebani biaya yang besar untuk kegiatan yang tidak terkait langsung dengan pendidikan karakter maupun pertumbuhan pendidikan Panca Waluya,” jelas Dedi.
Dedi juga mengajak pelaku pariwisata untuk berfokus pada wisatawan yang memang secara ekonomi mampu, seperti turis asing atau pengunjung domestik berdaya beli tinggi, bukan mengandalkan pelajar sebagai pasar utama.
“Biarlah industri pariwisata tumbuh dari wisatawan yang benar-benar punya kemampuan ekonomi, bukan dari keluarga pas-pasan yang terpaksa ikut piknik karena tekanan sosial,” pungkasnya.
Latar Belakang Larangan Study Tour
Larangan study tour yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat muncul setelah beberapa insiden kecelakaan yang melibatkan rombongan pelajar saat melakukan perjalanan wisata.
Pemerintah memutuskan untuk membatasi kegiatan luar sekolah yang tidak bersifat edukatif guna menjamin keselamatan dan efisiensi biaya pendidikan.***
Sumber: detikcom
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















