
Teladan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Keluarga
Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh ideal dalam kehidupan rumah tangga. Allah SWT berfirman:
“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu…”
(QS. Al-Ahzab: 21)
Dalam berbagai riwayat, Rasulullah dikenal sangat perhatian terhadap keluarganya. Dalam satu hadits, Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
(HR. At-Tirmidzi)
Dalam riwayat lain juga dikatakan:
“Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih pengasih kepada keluarganya melebihi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.”
(HR. Muslim)
Dari contoh ini, jelas bahwa kehadiran suami secara emosional dan fisik adalah nilai penting dalam Islam. Rasulullah tidak hanya memberikan nafkah, tetapi juga memberikan kasih sayang, perhatian, dan waktu kepada keluarganya.
Jarang Pulang Tanpa Alasan Syari adalah Kelalaian
Islam tidak membenarkan suami yang jarang pulang tanpa alasan yang sah secara syariat. Jika seorang suami lalai dalam memberikan perhatian, tidak hadir secara emosional, dan bersikap cuek terhadap keluarganya, maka ia telah meninggalkan kewajiban penting dalam rumah tangga.
Perilaku semacam ini bukan hanya merusak keharmonisan, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dan teladan Rasulullah SAW.
Dalam fikih keluarga, tindakan seperti ini termasuk bentuk nusyuz atau pelanggaran yang harus segera diperbaiki agar rumah tangga tetap berada dalam naungan rahmat dan berkah Allah SWT.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















