
“DIRGA menjadi jembatan data antara pasar dan pemerintah. Harapannya, setiap fluktuasi harga yang terjadi di pasar dapat segera kami respons dengan kebijakan yang tepat dan terukur,” ungkap Rosmanidar.
Inovasi ini juga berfungsi sebagai alat bantu bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi perdagangan yang responsif terhadap dinamika harga pasar.
Masyarakat pun dapat memanfaatkan sistem DIRGA sebagai referensi belanja yang lebih cerdas dan terencana.
Disdagin menargetkan bahwa pada tahun ini, DIRGA sudah terintegrasi secara penuh di seluruh pasar rakyat utama di Kabupaten Bogor.
Sistem ini akan terus disempurnakan melalui evaluasi rutin yang mencakup keaktifan enumerator, akurasi data, kualitas tampilan dashboard, hingga kepuasan pengguna.
“Dengan hadirnya DIRGA, Kabupaten Bogor mengambil langkah signifikan dalam transformasi digital sektor perdagangan, sekaligus menghadirkan layanan informasi publik yang terbuka, responsif, dan terpercaya,” tukasnya.***
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














