Digitalisasi Desa, ENIKA Institute : Kebutuhan Mendesak untuk Desa Bersahaja dan Modern

“Mininya adalah mempercepat adopsi teknologi informasi di seluruh layanan desa. Meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola sistem digital. Memastikan semua inovasi desa terlindungi secara hukum dan sesuai regulasi. Mendorong partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi desa,” paprnya.

Meski dasar hukum sudah jelas, implementasi digitalisasi desa masih tersendat di banyak wilayah. Hambatan seperti minimnya SDM digital, infrastruktur internet yang terbatas, dan belum adanya pendampingan hukum sering kali membuat program ini berjalan lambat.

“Jika digitalisasi hanya menjadi jargon tanpa perencanaan matang, desa akan tetap terjebak dalam pola lama lambat, tertutup, dan rawan penyalahgunaan anggaran. Kita butuh terobosan yang nyata, bukan sekadar wacana,” tegas Army.

 

SOLUSI DAN LANGKAH NYATA

ENIKA Institute siap menjadi mitra strategis pemerintah desa dan kabupaten dalam menyusun regulasi internal desa yang sesuai UU Desa dan peraturan turunannya. Memberikan pendampingan hukum dalam setiap pengadaan, pengelolaan data, dan kerjasama digital.

BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

“Kami juga siap melatih perangkat desa untuk menguasai sistem digital, mulai dari pelayanan administrasi hingga pemasaran produk desa,” timpal Direktur Pengembangan dan Program ENIKA Institute,  Asep As’ary.

Tidak hanya itu, ENIKA Institute siap membangun platform digital desa yang aman, mudah diakses, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Manfaat Digitalisasi Desa yang pertama, pelayanan Cepat dan transparan, administrasi desa tanpa antrian panjang. Peningkatan pendapatan desa seperti UMKM dan potensi lokal masuk pasar digital,” uangkap Asep.

ENIKA Institute siap membantu pemerintah desa dalam pengelolaan anggaran yang efisien, minim kebocoran dan kesalahan pencatatan.

BACA JUGA :  Pengemudi Microsleep, Toyota Fortuner Terguling di KM 30 Jagorawi

“Partisipasi publik akan jauh lebih tinggi, warga dapat memantau program desa secara daring. Peningkatan SDM aparatur desa, mendorong literasi digital di semua lini,” terangnya.

Jadi, lanjut Asep, ENIKA Institute tidak hanya bicara teknologi, tetapi juga bicara hukum dan keberlanjutan. Desa yang digital akan lebih bersahaja dalam pengelolaan, lebih modern dalam pelayanan, dan lebih kuat menghadapi tantangan zaman.

Digitalisasi desa harus menjadi agenda prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan seluruh pemerintah desa di wilayah Kabupaten Bogor.

Desa yang melek digital akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, kesehatan, pendidikan, bahkan bencana. Ini bukan pilihan, tapi kebutuhan mendesak. ENIKA telah menyiapkan peta jalan teknis yang realistis untuk Pemkab Bogor,” pungkasnya. ***

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Sabila Auliaputri

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================