
Bahkan, dalam kitab Pararaton (kitab raja-raja), bendera merah putih dianggap sebagai lambang kebesaran kerajaan. Misalnya, Sisingamangaraja IX menggunakan bendera merah dengan dua pedang kembar putih (Piso Gaja Dompak).
Begitu pula Kerajaan Bone di Sulawesi Selatan menjadikan merah putih atau Woromporong sebagai simbol kekuasaan dan kebesaran.
Selain itu, warna merah dan putih juga erat dengan nilai budaya Nusantara. Dalam tradisi Jawa, merah dan putih diibaratkan sebagai gula merah dan nasi putih, yang menjadi makanan pokok masyarakat.
Makna dan Fungsi Bendera
Bendera Merah Putih tak hanya simbol keberanian (merah) dan kesucian (putih), tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Bendera adalah identitas, kedaulatan, serta kehormatan negara yang harus dijunjung tinggi.
Sang Penjahit Sang Saka
Bendera pusaka pertama dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno. Bendera itu kemudian dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, oleh Latief Hendraningrat dan Suhud.
Jadi, jangan lupa kibarkan Bendera Merah Putih dari 1 sampai 31 Agustus 2025, ya!
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















