Tragedi Maut di Herat: Puluhan Migran Afghanistan Tewas dalam Kecelakaan Bus

BOGORTODAY.COM – Lebih dari 50 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan tragis di Afghanistan barat ketika sebuah bus penumpang bertabrakan dengan sepeda motor dan sebuah truk pengangkut bahan bakar di distrik Guzara, Provinsi Herat, Selasa (19/8/2025) malam.

Polisi Herat menyebut kecelakaan maut itu dipicu oleh “kecepatan dan kelalaian” pengemudi bus yang mengangkut puluhan migran Afghanistan yang baru saja kembali dari Iran.

Bus pertama kali menabrak sepeda motor, lalu menghantam sebuah truk yang membawa bahan bakar. Benturan keras itu memicu kebakaran besar,” ujar kepolisian setempat, dikutip Rabu (20/8/2025).

Penumpang Mayoritas Migran dari Iran

Juru bicara gubernur provinsi, Mohammad Yousuf Saeedi, menjelaskan bahwa bus berangkat dari Islam Qala, titik perbatasan dengan Iran, dan sedang menuju Kabul.
“Semua penumpang adalah migran yang menaiki kendaraan tersebut di Islam Qala,” katanya.

BACA JUGA :  Pengamat Tagih Janji Komisi II DPR Soal Revisi UU Pemilu

Dalam beberapa bulan terakhir, gelombang besar warga Afghanistan pulang dari Iran setelah pemerintah Teheran meningkatkan tekanan untuk mengusir jutaan migran.

Badan migrasi PBB mencatat sedikitnya 1,5 juta warga Afghanistan telah kembali sejak awal tahun ini dari Iran dan Pakistan.

Korban Selamat Sangat Sedikit

Polisi menyebut hanya tiga orang penumpang bus yang berhasil selamat. Sementara dua orang di dalam truk serta dua orang di atas sepeda motor juga menjadi korban jiwa.
“Jumlah korban tewas diperkirakan lebih dari 50 orang,” ungkap polisi.

BACA JUGA :  DPRD Kabupaten Bogor Dorong Perkantoran Lengkapi SLF

Kecelakaan Kerap Terjadi

Afghanistan dikenal rawan kecelakaan lalu lintas akibat kombinasi jalan rusak pascaperang, minimnya regulasi lalu lintas, serta perilaku berkendara yang sembrono.

Pada Desember tahun lalu, kecelakaan serupa melibatkan bus, truk tangki bahan bakar, dan sebuah truk di Afghanistan tengah. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 52 orang.

Tragedi di Guzara ini menambah panjang daftar kecelakaan mematikan di negara yang masih berjuang menghadapi krisis kemanusiaan, ekonomi, dan infrastruktur usai puluhan tahun konflik.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================