
Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Amry Siahaan, bersama Kabag Ops Kompol Indra Gunawan turun langsung ke lapangan untuk meredakan ketegangan dengan pendekatan persuasif.
Namun, ketegangan meningkat saat aparat mencoba membuka blokade di depan Pertokoan Yohan, Klademak III. Massa menyerang menggunakan batu, kayu, dan kembang api, menyebabkan seorang anggota polisi terluka.
Sebagai respons, aparat menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan. Meski demikian, massa tetap melawan, membuat situasi kota semakin tidak stabil.
Sehari sebelumnya, pada Selasa (26/8/2025), Forkopimda menggelar rapat tertutup di Kantor Gubernur Papua Barat Daya. Pertemuan tersebut diduga membahas rencana pemindahan tahanan makar yang sejak awal ditolak oleh kelompok Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi (SRPPD).
Kelompok tersebut menolak persidangan dipindahkan ke luar Sorong dan menuntut agar proses hukum tetap berlangsung di kota tersebut. Penolakan ini telah disuarakan sejak awal pekan melalui aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sorong, Pengadilan Negeri Sorong, dan Kantor Gubernur.
Hingga laporan ini dibuat, aparat masih berjaga di sejumlah titik penting, termasuk Bandara DEO dan pusat kota. Aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih, dan potensi terjadinya aksi lanjutan masih terbuka. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















