
“Sudah beberapa kali kita dorong kita usahakan untuk beroperasi kembali, ternyata masih dalam proses kan jadi pihak Damri juga masih mengupayakan bagaimana caranya trayek tersebut dioperasikan lagi untuk tahun ini ataupun tahun 2026. Yang pasti kita selalu mendorong,” jelasnya.
Wahyu juga mengatakan penghentian dua rute tersebut juga disinyalir berdampak pada sektor pendidikan. Terutama soal larangan pemerintah bagi pelajar untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah.
“Banyak keluhan masyarakat, terutama pelajar menengah ke atas yang tidak diperbolehkan membawa kendaraan ke sekolah. Dengan tidak adanya bus Damri, mereka kesulitan karena tidak ada transportasi umum yang melayani daerah Cicangkal dan Sukajaya. Kondisi ini tentu tidak sejalan dengan program pemerintah yang mendorong siswa menggunakan transportasi umum,” katanya.
Pihak terminal leuwiliang berharap, ke depan trayek perintis di wilayah yang tidak memiliki angkutan umum bisa kembali tersedia.
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















