
Sementara itu, Dewan Pakar SMSI, Henri Subiakto menyampaikan pemerintah harus tetap menuntaskan kasus-kasus penting yang mendapat perhatian publik meski terjadi aksi massa.
“Jangan sampai isu penting hilang karena demo-demo ini,” kata. Henri.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Penasehat SMSI, Taufiqurahman, menambahkan gerakan dan aksi massa harus tetap dipandang sebagai ekspresi demokrasi.
Namun, media perlu menampilkan berita yang solutif, meredakan ketegangan, dan meneduhkan publik.
“SMSI memiliki peran strategis untuk memastikan informasi yang disajikan tidak menambah perpecahan,” tegas Taufiq.
Sebagai tindak lanjut, SMSI akan menggelar Rapat Pleno Nasional pada Rabu (3/9/2025) melibatkan pengurus dari seluruh daerah. Dari rapat tersebut, SMSI dijadwalkan menyampaikan pernyataan sikap resmi pada Jumat (5/9/2025).
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















