Pengolahan Sampah RDF Lulut Nambo, Pemkot Bogor Tunggu Kesiapan Provinsi

Lulut Nambo
Fasilitas RDF Nambo segera aktif, langkah besar menuju pengelolaan sampah berkelanjutan. (Foto: Diskominfo)

BOGORTODAY.COM – Upaya percepatan operasional Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di Lulut Nambo kembali dibahas dalam rapat tindak lanjut yang digelar di Ruang Rapat Kalpataru, Lt. 2 Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Jalan DI. Panjaitan, Jakarta Selatan, Senin (8/9/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo pada bulan lalu.

BACA JUGA :  Tipu 14 Anak Buah hingga Rp1,3 Miliar, Oknum Pejabat Satpol PP Kota Bogor Resmi Dipecat!

“Rapat ini merupakan rapat lanjutan dari kunjungan kerja di Nambo, ini tindak lanjutnya masih menunggu kesiapan provinsi. Kita hanya menunggu saja,” ujar Denny.

Ia menyampaikan bahwa ada beberapa kabupaten/kota yang membutuhkan efektivitas dan produktivitas dari kelanjutan Nambo. Untuk itu, ia berharap hasil pembahasan rapat ini dapat ditindaklanjuti lebih cepat oleh pemerintah provinsi.

BACA JUGA :  Lebih dari 11 Juta Jemaah Tunaikan Umrah pada Akhir 2025, Arab Saudi Catat Peningkatan Signifikan

Lebih lanjut, Denny Mulyadi menjelaskan bahwa untuk kebutuhan Kota Bogor sendiri, saat ini masih tersedia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga dengan luas 38 hektare, di mana baru sekitar 8 hektare yang digunakan.

“Secara kapasitas, TPA Galuga masih memadai. Namun, alangkah baiknya apabila Nambo bisa produktif dan aktif, tentu akan mengurangi beban kami di Kota Bogor,” tambahnya.

Bagi Halaman

Editor : Aditya Nugraha

Sumber : Diskominfo Kota Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================