BOGORTODAY.COM – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri Ritual Mulud (Maulid) Adat Bayan yang digelar di Masjid Kuno Bayan Beleq, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/9/2025).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati masyarakat Bayan melalui tradisi adat turun-temurun.
Ritual tersebut merupakan wujud akulturasi antara adat Sasak dan ajaran Islam yang telah berlangsung sejak abad ke-16.
Masjid Kuno Bayan, Simbol Akulturasi Islam dan Adat Sasak
Dalam sambutannya, Fadli menyampaikan bahwa Masjid Kuno Bayan menjadi bukti sejarah akulturasi yang harmonis antara budaya lokal dan agama Islam.
“Masjid ini telah menjadi simbol akulturasi budaya yang harmonis antara adat Sasak Lombok dengan agama Islam. Syiar Islam kala itu tumbuh damai tanpa menghilangkan adat istiadat masyarakat Sasak, yang hingga kini masih terpelihara,” ujar Fadli.
Ia menegaskan, tradisi ini adalah warisan budaya yang harus dilestarikan, dimanfaatkan, dan dijaga keberlanjutannya, terutama oleh generasi muda.
Indonesia, Negeri Mega Diversity
Fadli menekankan bahwa tradisi Bayan adalah bukti nyata kekayaan budaya Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, setiap daerah memiliki ekspresi budaya yang unik.
“Di Lombok Utara ini, kita melihat budaya yang sangat kaya, mulai dari tarian, alat musik tradisional, rumah adat, kain tenun, hingga kuliner khas Bayan,” ucapnya.
Menurut Fadli, pengembangan pariwisata di Lombok Utara harus berbasis budaya agar tidak hanya menjadi destinasi alam, tetapi juga wisata budaya, religi, kuliner, hingga sejarah.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















