Judol, Bom Waktu Gen Z

Survei Byonz Research 2024 menunjukkan bahwa 66% Gen Z puas dengan upaya pemberantasan judol, tetapi itu tak menghapus fakta bahwa justru merekalah yang paling sering terseret.

Di pihak lain hal ini karena adanya struktur sosial memperparah situasi. Tak jarang  regulasi pemerintah sering tertinggal dari kelihaian bandar.

Tak sedikit situs-situs judol menyamar dengan nama toko online, bahkan “toko durian,” dan literasi digital remaja masih jauh dari cukup.

Pada umumnya mayoritas pemain berasal dari kalangan berpenghasilan rendah—71% berpendapatan di bawah Rp 5 juta per bulan. Artinya, judol tak hanya menguras tabungan, tapi juga merobek ekonomi keluarga kelas bawah.

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi di Sidang Kasus Chromebook, Tegaskan Tidak Terlibat Kebijakan Pengadaan

Sementara itu dampak sosial judol sangat  nyata. Berdasarkan data BPS mencatat lonjakan kasus perceraian akibat judi, dari 648 kasus pada 2020 menjadi 1.572 kasus pada 2023.

Hal yang  lebih mengkhawatirkan lagi adalah  banyak Gen Z yang menutup kerugian judi dengan pinjaman daring (pinjol), terjebak dalam lingkaran setan utang, tekanan mental, hingga depresi.

Sehingga bom waktu ini berdetak semakin cepat karena dunia pendidikan dan keluarga sering gagal memberi bekal keterampilan hidup.

BACA JUGA :  Benarkah Harimau Takut pada Kucing? Ini Fakta Ilmiahnya

Anak muda dijejali capaian akademis, tapi jarang dibekali literasi finansial, manajemen emosi, atau ketahanan menghadapi dunia digital.

Akibatnya, mereka mencari jalan pintas untuk memenuhi ekspektasi sosial, dan judol menawarkan umpan yang manis tapi beracun.

Di titik ini, judol tak lagi bisa dipandang hanya sebagai “hobi daring” atau isu kriminal belaka, tetapi sebagai  gejala sosial, cermin dari kerentanan generasi digital, sekaligus ancaman yang berpotensi meledakkan stabilitas ekonomi keluarga dan harmoni sosial di masa depan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================