LEBIH ELOK MEMBANTU PONDOK PESANTREN DARI PADA MENDIRIKAN SEKOLAH RAKYAT

SEKOLAH RAKYAT
Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada 21 Maret 2025, Presiden Prabowo mengumumkan pada tahun ini akan dibangun 200 sekolah berasrama dengan target seribu siswa per sekolah.

Program Sekolah Rakyat digadang-gadang menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan pendidikan dan pemberantasan kemiskinan di Indonesia.

BACA JUGA :  Setelah Dicopot dari Kepala BGN, Ini Rincian Harta Kekayaan Dadan Hindayana

Dengan konsep pendidikan gratis dan berasrama, lulusan sekolah ini diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menjadi agen perubahan guna mengubah taraf kesejahteraan keluarganya untuk terlepas dari jerat kemiskinan.

Setelah berjalan sekitar satu bulan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf mengungkapkan alasan di balik pengunduran diri 160 guru sekolah rakyat.

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Menurutnya, salah satu alasan utama adalah lokasi penempatan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal para guru tersebut.

Masalah yang lain adalah kualitas dan keberlanjutan program Sekolah Rakyat masih dipertanyakan, apalagi jika dibandingkan dengan sekolah reguler yang kualitasnya juga belum ideal.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================