BOGORTODAY.COM – Pemerintah Israel berencana menghancurkan seluruh sisa jaringan terowongan bawah tanah milik Hamas di Jalur Gaza setelah proses pembebasan sandera selesai dilakukan, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata terbaru.
Langkah ini akan dilakukan dengan persetujuan Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari mekanisme internasional pascagencatan senjata.
Rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pernyataannya pada Minggu (12/10/2025) waktu setempat.
“Tantangan besar Israel setelah fase pembebasan sandera adalah penghancuran semua terowongan teroris Hamas di Gaza,” kata Katz.
“Saya telah memerintahkan militer untuk bersiap melaksanakan misi ini,” lanjutnya.
Akan Dilakukan di Bawah Mekanisme Internasional
Menurut Katz, operasi penghancuran jaringan terowongan Hamas akan dilakukan di bawah mekanisme internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat, yang juga menjadi mediator utama dalam gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku sejak Jumat (10/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa penghancuran ini merupakan bagian dari tahap kedua rencana gencatan senjata dan demiliterisasi Hamas, sebagaimana diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.
“Penghancuran terowongan akan menjadi bagian dari kerangka perlucutan senjata dan demiliterisasi Hamas,” ujar Katz.
Tahap Pertama: Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera
Dalam tahap pertama kesepakatan tersebut, Hamas telah menyetujui gencatan senjata sejak Jumat (10/10/2025) dan pembebasan 48 sandera Israel pada Senin (13/10) waktu setempat.
Sebagai imbalannya, Israel setuju untuk membebaskan lebih dari 1.700 tahanan Palestina dari berbagai penjara di wilayahnya.
Namun, pihak Hamas menolak seruan untuk melucuti senjata mereka sepenuhnya.
Pejabat senior Hamas, Hossam Badran, menyatakan bahwa tahap kedua dari rencana damai Gaza yang diusulkan AS “mengandung banyak kerumitan dan kesulitan.”
Netanyahu Klaim Kemenangan atas Hamas
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut bahwa Israel telah meraih kemenangan besar atas Hamas dalam operasi militernya di Gaza.
“Bersama-sama kita meraih kemenangan luar biasa, kemenangan yang memukau seluruh dunia,” ujar Netanyahu.
“Namun di saat yang sama, saya harus memberi tahu Anda, perjuangan belum berakhir,” tambahnya.
Latar Belakang: Terowongan Hamas dan Strategi Militer Israel
Jaringan terowongan bawah tanah Hamas selama ini dianggap Israel sebagai infrastruktur utama kelompok bersenjata itu, yang digunakan untuk menyembunyikan pasukan, menyelundupkan senjata, dan melancarkan serangan.
Israel telah menghancurkan sebagian besar jaringan tersebut dalam operasi militer sebelumnya, namun intelijen militer memperkirakan masih ada puluhan kilometer terowongan aktif di bawah wilayah Gaza.
Rencana penghancuran total ini menjadi bagian dari strategi Israel untuk memastikan Hamas tidak lagi memiliki kemampuan militer setelah gencatan senjata berlangsung sepenuhnya.
Jika tahap kedua disetujui, Israel akan melaksanakan operasi penghancuran terowongan tersebut dengan koordinasi penuh bersama AS dan badan internasional terkait, sambil menjaga stabilitas keamanan di wilayah Gaza pascakonflik.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















