
Samsul juga menyinggung potensi meningkatnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), mengingat keterbatasan material berimbas pada minimnya progres fisik pembangunan.
“Rawan Silpa betul. Sudah pasti. Di Kabupaten Bogor saja bisa dilihat, wilayah Parungpanjang materialnya sudah tidak ada,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan para pelaksana proyek agar tidak menjadikan krisis material sebagai alasan untuk menurunkan standar kualitas pengerjaan.
“Kalau harga material naik karena permintaan tinggi itu otomatis. Tetapi pekerjaan tetap harus sesuai spek. Kami tidak mau tahu pekerjaan asal-asalan karena ini menggunakan uang rakyat,” tegasnya.
Samsul juga menyarankan, apabila pelaksana proyek menilai kondisi lapangan sudah tidak memungkinkan, lebih baik dana dikembalikan menjadi Silpa ketimbang memaksakan pengerjaan yang tidak berkualitas.
“Alangkah baiknya kalau memang tidak mampu ya sudah, lebih baik dijadikan Silpa dan dibicarakan secara terbuka. Karena ini momentum situasional,” tandasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















