Dosen IPB Ungkap Cara Bijak Atasi Perseteruan Antartetangga

Fenomena ini dikenal dengan istilah emotional spillover, yaitu kondisi ketika tekanan sosial dari luar rumah menetes ke dalam sistem keluarga. “Kalau berlangsung lama, keluarga bisa kehilangan resiliensi sosial, yakni kemampuan untuk bangkit dari tekanan,” imbuhnya.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, Risda menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai dasar dalam ilmu keluarga. “Ada empat hal yang perlu dijunjung tinggi, yaitu komunikasi terbuka dan asertif, empati, keadilan dan saling menghormati, serta mediasi berbasis kekeluargaan,” paparnya.

BACA JUGA :  Samsung Pertimbangkan Kembali Snapdragon untuk Galaxy Z Flip 8, Exynos Tak Lagi Jadi Satu-satunya Pilihan

Ia menjelaskan, mediasi bisa difasilitasi oleh tokoh masyarakat, RT/RW, atau pemuka agama agar penyelesaian lebih damai dan diterima semua pihak. “Kuncinya membangun ekosistem sosial yang suportif. Aparat dan masyarakat dapat menyediakan ruang dialog bersama serta dukungan konseling bagi pihak yang terdampak,” katanya.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Bogor Tepis Tudingan Intervensi Proses SHGB PT BSS

Risda menegaskan bahwa konflik antar tetangga sejatinya wajar terjadi. Namun, hal itu harus dikelola dengan bijak. “Yang harus dijaga bukan hanya hubungan antarindividu, tetapi juga keseimbangan sistem sosial secara keseluruhan. Keluarga yang kuat adalah fondasi masyarakat yang harmonis,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Aditya Nugraha

Sumber : ipb.ac.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================