
BOGORTODAY.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kios Pupuk Mitra Tani Sejati di Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan langsung pelaksanaan kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di seluruh Indonesia.
Dalam kunjungan ini, Amran dan Qodari berdialog dengan distributor serta para petani untuk mengecek harga di lapangan. Distributor kios memastikan bahwa harga pupuk memang sudah turun secara signifikan sesuai kebijakan pemerintah.
Bentuk Keberpihakan Presiden kepada Petani
Amran menegaskan bahwa penurunan harga pupuk merupakan wujud nyata kepedulian Presiden terhadap petani. Ia menyebut kebijakan ini menjadi sejarah baru dalam dunia pertanian Indonesia.
“Ini perintah Bapak Presiden. Presiden sayang petani makanya harga pupuk diturunkan 20 persen dan ini pertama kali dalam sejarah pertanian Indonesia harga pupuk turun ekstrem,” ujar Amran, Rabu (29/10/2025).
Pemerintah Indonesia telah resmi menetapkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 yang berlaku mulai 22 Oktober 2025. Kebijakan ini merupakan perubahan dari keputusan sebelumnya terkait jenis, HET, dan alokasi pupuk bersubsidi tahun anggaran 2025.
Rincian Penurunan Harga Pupuk
Seluruh jenis pupuk bersubsidi mengalami penurunan harga, di antaranya:
- Urea: dari Rp 2.250/kg → Rp 1.800/kg
- NPK: dari Rp 2.300/kg → Rp 1.840/kg
- NPK Kakao: dari Rp 3.300/kg → Rp 2.640/kg
- ZA khusus tebu: dari Rp 1.700/kg → Rp 1.360/kg
- Pupuk organik: dari Rp 800/kg → Rp 640/kg
Amran menyebut kebijakan ini menjadi tonggak revitalisasi sektor pupuk nasional.
“Bapak Presiden memerintahkan agar pupuk harus sampai ke petani dengan harga terjangkau. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran. Kami langsung menindaklanjuti dengan langkah konkret: merevitalisasi industri, memangkas rantai distribusi, dan menurunkan harga 20 persen tanpa menambah subsidi APBN,” jelas Amran.
Kebijakan Terbukti Efektif di Lapangan
KSP Qodari menyatakan sidak di Lampung membuktikan kebijakan pemerintah berjalan cepat dan efektif.
“Hari ini terbukti bahwa harga pupuk turun 20 persen. Keputusan dibuat di Jakarta, baru beberapa hari sudah tereksekusi dengan baik di Kotabumi Lampung. Distributor dan petani membenarkan penurunan harga. Jadi ini betul real di petani ya,” ujarnya.
Petani Merasakan Manfaat Langsung
Para petani yang hadir dalam sidak tersebut mengaku sangat terbantu dengan turunnya harga pupuk.
“Benar, harga pupuk turun. Urea sekarang Rp 90 ribu per sak, sebelumnya Rp 125 ribu. Kami senang sekali. Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri Pertanian,” kata Eko, petani setempat.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia dengan harga terjangkau dan tepat sasaran, sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















