BOGORTODAY.COM – Nyeri tumit adalah keluhan yang cukup umum dialami banyak orang. Tumit sebagai penopang utama tubuh menanggung beban besar setiap kali kita berdiri, berjalan, hingga berlari. Itu sebabnya, tumit sesekali terasa nyeri merupakan hal yang wajar.
Namun berbeda cerita jika nyeri terjadi berulang, disertai pembengkakan, muncul benjolan, atau menimbulkan rasa sakit berlebihan hingga mengganggu aktivitas. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada jaringan, tulang, maupun otot di area tumit sehingga perlu penanganan lebih lanjut.
Apa Saja Penyebab Tumit Terasa Sakit?
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan nyeri pada tumit, mulai dari cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius. Berikut penjelasannya:
- Cedera
Cedera menjadi penyebab paling umum, terutama akibat aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada tumit seperti menginjak benda keras, berdiri terlalu lama, berlari, melompat, atau terjatuh.
Meski tidak terlihat perubahan warna pada kulit, rasa nyeri muncul ketika tumit digunakan berjalan maupun saat beristirahat.
- Keseleo
Keseleo terjadi saat ligamen — jaringan yang menghubungkan tulang pada sendi — mengalami peregangan berlebihan atau robek.
Kondisi ini sering terjadi akibat terpeleset, gerakan tiba-tiba, atau olahraga intens yang membebani sendi tumit.
- Deformitas Haglund
Deformitas Haglund atau dikenal dengan istilah “pump bump” adalah pembesaran tulang di bagian belakang tumit.
Kondisi ini sering dialami orang yang terbiasa menggunakan sepatu hak tinggi atau sepatu dengan bagian belakang keras.
Gejalanya meliputi: kemerahan, peradangan, pembengkakan, serta nyeri pada tumit belakang. Menggunakan sepatu bertumit empuk dapat membantu mencegahnya.
- Bursitis Tumit
Bursitis terjadi ketika bursa, kantung berisi cairan yang mengurangi gesekan antar jaringan, mengalami peradangan.
Tekanan berulang pada tumit dapat mengiritasi bursa sehingga timbul nyeri dan pembengkakan.
- Fraktur Tumit
Fraktur atau retak pada tulang tumit terjadi karena trauma signifikan, seperti jatuh dari ketinggian atau kecelakaan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















