
Kemenag Prioritaskan Pemulihan Fasilitas Keagamaan dan Pendidikan
Menag menegaskan bahwa pemulihan fasilitas keagamaan menjadi prioritas, mengingat banyak masyarakat bergantung pada layanan pendidikan dan peribadatan.
Kemenag saat ini melakukan pendataan terkait jumlah madrasah, masjid, dan rumah ibadah yang rusak agar proses rehabilitasi dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
“Kita sudah mendata berapa madrasah yang hancur, berapa masjid, berapa rumah ibadah yang hancur. Itu semua menjadi perhatian kita,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal itu.
Nasaruddin juga menuturkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan kembali mengunjungi wilayah terdampak untuk memantau proses penyaluran bantuan, meski belum memastikan tanggal keberangkatannya. “Insyaallah besok atau lusa kita akan ke sana lagi,” tambahnya.
Data Terbaru BNPB
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (5/12/2025), pukul 17.00 WIB, kondisi bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera mencatat angka yang memprihatinkan:
| Keterangan | Jumlah |
| Korban meninggal | 867 orang |
| Korban hilang | 521 orang |
| Korban terluka | 4.200 orang |
| Rumah rusak | 121.000 unit |
| Kabupaten/kota terdampak | 51 wilayah |
Dengan skala bencana yang besar dan korban yang sangat banyak, Kementerian Agama memastikan proses pendataan, penyaluran bantuan, hingga pemulihan fasilitas sosial-keagamaan dilakukan secara bertahap namun berkelanjutan, agar masyarakat Sumatera dapat segera bangkit dan pulih dari dampak bencana.
Pemerintah pun mengajak seluruh pihak, termasuk elemen masyarakat dan organisasi keagamaan, untuk saling bahu membahu memberikan dukungan terbaik bagi para korban.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















