Kenali Ciri Kerusakan Saraf Mata, Penyebab, dan Pengobatannya

Selain itu, neuritis optik juga dapat terjadi akibat infeksi atau penyakit autoimun seperti lupus. Dalam kasus yang jarang, kondisi ini disebabkan oleh neuromyelitis optica, yaitu gangguan yang menyerang saraf optik dan sumsum tulang belakang.

Sebagian besar penderita neuritis optik dapat pulih tanpa pengobatan khusus. Namun, dokter terkadang meresepkan obat steroid untuk mempercepat pemulihan penglihatan.

Adapun ciri-ciri umum kerusakan saraf mata antara lain:

  • Nyeri pada mata, dialami oleh lebih dari 90 persen penderita, terutama saat mata digerakkan.
  • Penurunan ketajaman penglihatan, sehingga pandangan menjadi buram atau tidak jelas.
  • Kehilangan sebagian lapang pandang, umumnya di area tengah penglihatan.
  • Penurunan kemampuan melihat warna (diskromatopsia), terutama warna merah.

Penyebab Kerusakan Saraf Mata

Menurut Cleveland Clinic, terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan kerusakan saraf mata, di antaranya:

  1. Penyakit autoimun dan peradangan

Pada kondisi ini, sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk saraf optik. Kerusakan saraf mata tipe khas umumnya berkaitan dengan sklerosis multipel (MS), sedangkan tipe atipikal sering dikaitkan dengan neuromyelitis optica (NMO).

  1. Infeksi
BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Infeksi dapat merusak saraf optik secara langsung atau memicu respons imun. Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus (seperti cacar air, herpes, HIV, dan campak), bakteri (cakaran kucing, tuberkulosis, sifilis), jamur, maupun parasit seperti toksoplasma dari kucing atau anjing.

  1. Obat-obatan dan racun

Beberapa zat dalam obat atau bahan kimia dapat menyebabkan neuropati optik, seperti obat infeksi tertentu, obat jantung, obat malaria, obat kanker, serta paparan alkohol, tembakau, dan metanol.

  1. Penyebab lainnya

Faktor lain yang juga berperan meliputi gangguan aliran darah ke saraf optik, kekurangan vitamin B12, tumor, serta diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.

Pengobatan Kerusakan Saraf Mata

Jika mengalami gejala yang mengarah pada kerusakan saraf mata dan tidak kunjung membaik, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera berkonsultasi dengan dokter, khususnya dokter spesialis mata.

Secara umum, pengobatan dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu:

  1. Pemberian obat antiinflamasi (steroid)

Steroid diberikan melalui infus (intravena/IV) atau secara oral untuk mengurangi peradangan pada saraf optik. Tujuannya adalah mencegah kerusakan bertambah parah, meredakan nyeri, dan memperbaiki penglihatan.

BACA JUGA :  Sejarah Ibadah Haji: Jejak Perjalanan Nabi Ibrahim hingga Menjadi Rukun Islam

Biasanya, steroid dosis tinggi diberikan selama 3–5 hari, kemudian dilanjutkan dengan dosis lebih rendah yang dikurangi secara bertahap sesuai anjuran dokter.

  1. Mengatasi penyebab yang mendasari

Penanganan disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, antibiotik untuk infeksi bakteri, atau terapi plasma (plasma exchange/PLEX) untuk menekan aktivitas sistem imun pada penyakit autoimun seperti NMO atau MOGAD.

Pilihan terapi dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung kondisi dan tingkat keparahan penyakit. Oleh karena itu, dokter atau tenaga medis terkait adalah pihak paling tepat untuk menjelaskan pilihan pengobatan, risiko, serta manfaatnya.

Kerusakan saraf mata merupakan kondisi serius yang dapat mengganggu kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik.

Mengenali ciri-ciri sejak dini, memahami penyebabnya, serta mendapatkan penanganan medis yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan mata.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================