Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Serius, Ini Dampaknya pada Tubuh dari Hari ke Hari

Tidur
Ilustrasi Kurang Tidur. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Kebutuhan tidur setiap individu memang berbeda-beda. Namun, secara umum orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh dan otak dapat berfungsi optimal. Sayangnya, tidak sedikit orang yang terbiasa tidur kurang dari kebutuhan tersebut.

Kurang tidur, terutama jika terjadi secara rutin, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Satu malam tanpa tidur saja sudah cukup membuat tubuh terasa tidak nyaman, muncul rasa gelisah, cemas, serta sulit berkonsentrasi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius.

Dikutip dari Mayo Clinic, orang dewasa yang sering kurang tidur berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, mulai dari penurunan atau kenaikan berat badan tidak sehat, indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga depresi.

Bahaya Kurang Tidur

Apakah kurang tidur bisa menyebabkan kematian? Mengacu pada Healthline, kelelahan dan kurang tidur memang tidak secara langsung menyebabkan seseorang meninggal dunia. Namun, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius dan kejadian berbahaya secara signifikan.

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko kecelakaan, baik saat mengemudi maupun ketika melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Kurang tidur selama satu hingga dua malam membuat tubuh lemas dan tidak produktif. Jika terjadi terus-menerus, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental akan semakin besar.

Selain perubahan suasana hati, orang yang kurang tidur juga lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental serta penurunan daya tahan tubuh.

BACA JUGA :  Kontingen Pelajar Kota Bogor Rajai POPWILDA I Jawa Barat

Respons Tubuh Saat Kurang Tidur

Tidak tidur semalaman mungkin masih bisa ditoleransi tubuh. Namun, jika berlangsung beberapa hari, tubuh akan memberikan respons sebagai tanda membutuhkan istirahat serius. Berikut dampak kurang tidur berdasarkan durasinya:

  1. 1 Hari (24 Jam)

Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), begadang selama 20–25 jam dapat menurunkan fokus dan kinerja setara dengan kondisi kadar alkohol dalam darah 0,10 persen. Kondisi ini sudah termasuk berbahaya dan sebaiknya menghindari mengemudi atau aktivitas berisiko.

Gejala lain yang muncul antara lain mengantuk di siang hari, pikiran terasa kabur, perubahan suasana hati, sulit fokus, gemetar, otot tegang, hingga gangguan penglihatan dan pendengaran.

  1. 1,5 Hari (36 Jam)

Setelah 36 jam tanpa tidur, tubuh akan meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Dampaknya meliputi perubahan suasana hati, nafsu makan, peningkatan stres, menggigil, hingga perubahan suhu tubuh.

Selain itu, asupan oksigen ke tubuh dapat menurun. Akibatnya, terjadi penurunan memori, energi, motivasi, dan kemampuan berkonsentrasi. Kesulitan berpikir, mengambil keputusan, berbicara dengan jelas, serta rasa kantuk ekstrem juga sering muncul.

  1. 2 Hari (48 Jam)

Tidak tidur selama 48 jam membuat tubuh terasa sangat lelah dan sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu. Sistem kekebalan tubuh pun ikut terpengaruh, sehingga kemampuan melawan penyakit menurun.

BACA JUGA :  Mau Awet Muda? Lakukan 5 Rutinitas Pagi Ini agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Pada tahap ini, seseorang juga berisiko mengalami microsleep, yakni kehilangan kesadaran singkat selama beberapa detik hingga setengah menit tanpa disadari, yang bisa sangat berbahaya.

  1. 3 Hari (72 Jam)

Setelah 72 jam tanpa tidur, seseorang akan kesulitan fokus dalam percakapan, pekerjaan, bahkan dalam berpikir. Aktivitas sederhana bisa terasa sangat berat.

Kelelahan ekstrem sering disertai peningkatan detak jantung, perasaan depresi, kecemasan, hingga paranoia. Persepsi terhadap realitas juga bisa terganggu, memicu ilusi dan halusinasi.

  1. 4 Hari (96 Jam)

Jika seseorang tidak tidur selama 96 jam, efek samping akan semakin memburuk. Halusinasi menjadi lebih sering, paranoia meningkat, dan gejala psikosis bisa muncul hingga menyebabkan putusnya hubungan dengan realitas.

Risiko kecelakaan, terutama saat mengemudi atau melakukan pekerjaan berbahaya, meningkat tajam.

  1. Lebih dari 4 Hari

Tidak tidur lebih dari 72–96 jam tergolong sangat berbahaya. Kondisi ini dapat berdampak serius pada otak dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada sebagian kasus, kurang tidur ekstrem dapat mengancam jiwa karena fungsi otak menurun drastis dan berisiko menyebabkan kegagalan organ.

Pentingnya Tidur Cukup

Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan kebutuhan biologis yang vital. Untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, orang dewasa dianjurkan tidur cukup setiap malam. Jika mengalami kesulitan tidur berkepanjangan, segera konsultasikan dengan tenaga medis atau profesional kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================