
Oleh karena itu, memahami pentingnya zat besi dan mencukupi kebutuhannya melalui makanan sehari-hari menjadi langkah awal untuk menjaga stamina dan kesehatan jangka panjang.
Zat besi dalam makanan terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zat besi heme dan non-heme.
- Zat besi heme
Zat besi heme berasal dari hemoglobin dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Jenis ini umumnya ditemukan pada sumber hewani seperti daging merah, unggas, dan makanan laut.
- Zat besi non-heme
Zat besi non-heme berasal dari sumber nabati seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, serta produk yang diperkaya zat besi. Meski penyerapannya tidak sebaik zat besi heme, jenis ini tetap penting, terutama bagi individu yang menjalani pola makan berbasis nabati.
20 Makanan yang Mengandung Zat Besi
Berikut daftar makanan yang kaya zat besi dari sumber hewani dan nabati.
- Daging sapi
Sumber zat besi heme yang sangat baik dan mudah diserap tubuh untuk membantu pembentukan sel darah merah. - Hati sapi
Mengandung zat besi tinggi serta vitamin B12 yang mendukung produksi hemoglobin. - Daging ayam
Mengandung zat besi heme dalam kadar sedang dan membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian. - Daging kambing
Termasuk daging merah yang kaya zat besi dan bermanfaat untuk meningkatkan kadar hemoglobin. - Ikan tuna
Mengandung zat besi, protein, dan asam lemak yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. - Ikan sarden
Kaya zat besi, terutama jika dikonsumsi bersama tulangnya. - Kerang
Salah satu makanan laut dengan kandungan zat besi tertinggi untuk mencegah anemia. - Udang
Mengandung zat besi hewani serta mineral penting lainnya. - Telur
Kuning telur mengandung zat besi non-heme yang praktis dan mudah dikonsumsi. - Tiram
Kaya zat besi dan mineral laut yang membantu menjaga daya tahan tubuh. - Kacang merah
Sumber zat besi non-heme yang juga kaya serat dan protein nabati. - Kacang kedelai
Penting bagi vegetarian karena mengandung zat besi nabati yang cukup tinggi. - Lentil
Mengandung zat besi dan asam folat yang mendukung produksi sel darah. - Tempe
Hasil fermentasi kedelai yang membantu meningkatkan penyerapan zat besi. - Tahu
Mengandung zat besi nabati yang bermanfaat jika dikombinasikan dengan vitamin C. - Bayam
Sayuran hijau yang kaya zat besi non-heme untuk mendukung pembentukan hemoglobin. - Brokoli
Mengandung zat besi sekaligus vitamin C yang membantu penyerapannya. - Kentang
Mengandung zat besi non-heme, terutama pada kulit dan dagingnya. - Biji labu
Kaya mineral termasuk zat besi dan lemak sehat. - Kismis
Buah kering dengan kandungan zat besi yang terkonsentrasi dan bermanfaat meningkatkan hemoglobin.
Mengombinasikan berbagai makanan tersebut dalam menu harian dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi secara optimal.
Perlu diketahui, kebutuhan zat besi setiap orang berbeda tergantung usia, jenis kelamin, dan kondisi tubuh. Pria dewasa membutuhkan sekitar 8 mg per hari, sedangkan wanita usia 19–50 tahun memerlukan sekitar 18 mg per hari. Ibu hamil membutuhkan asupan lebih tinggi, yakni sekitar 27 mg per hari.
Dengan memastikan kecukupan makanan yang mengandung zat besi, tubuh dapat terhindar dari anemia, tetap bertenaga, dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















