BOGORTODAY.COM – Menjelang tahun 2026, satu cerita besar terus mengemuka dalam peta sepak bola nasional: mampukah Persib Bandung mencetak sejarah dengan meraih gelar juara Liga Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun?
Dalam dua musim terakhir, Maung Bandung tampil sebagai penguasa kompetisi. Gelar juara Liga 1 2023/2024 dan 2024/2025 diraih melalui perjuangan panjang, konsistensi, serta mental juara yang terus terjaga. Persib bukan sekadar menang, tetapi menunjukkan karakter tim besar yang tahu kapan harus bangkit dan mengunci kemenangan.
Sosok di balik kesuksesan tersebut tak lepas dari peran Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu menjadi figur sentral kebangkitan Persib. Dalam dua musim kepemimpinannya, Hodak sukses mempersembahkan dua gelar liga, menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub Maung Bandung.
Memasuki musim Super League 2025/2026, Persib kembali menegaskan ambisinya. Hingga pekan-pekan awal, mereka masih kokoh di papan atas klasemen. Posisi tersebut bukan sekadar angka, melainkan cerminan stabilitas dan konsistensi permainan yang terus terjaga.
Persib pun tampak seperti maung yang tetap lapar. Tidak ada tanda-tanda kelelahan meski melewati musim yang padat. Justru sebaliknya, tim ini terlihat semakin matang, cepat, dan siap menerkam siapa pun yang menghalangi langkah mereka menuju gelar ketiga beruntun.
Dari sisi komposisi pemain, kedalaman skuad Persib musim ini patut mendapat pujian. Kepergian pilar penting seperti Ciro Alves, David da Silva, Tyronne del Pino, dan Nick Kuipers tak lantas membuat kekuatan tim melemah. Regenerasi berjalan mulus.
Kehadiran Thom Haye dan Eliano Reijnders memberi warna baru di lini tengah. Keduanya membawa keseimbangan antara visi bermain, kerja keras, dan kecerdasan taktik. Di bawah mistar, Teja Paku Alam tetap menjadi figur berpengalaman yang memberi rasa aman bagi lini pertahanan.
Di sektor lain, Adam Alis dan Saddil Ramdani terus menjadi motor permainan dengan mobilitas tinggi dan kreativitasnya. Sementara itu, Luciano Guaycochea menjelma sebagai otak serangan yang menghubungkan lini tengah dan depan. Di lini depan, Ramon Tanque perlahan menunjukkan ketajamannya dan mulai konsisten mencetak gol di saat tim membutuhkannya.
Kekuatan Persib bahkan berpotensi bertambah. Kabar mengenai kemungkinan bergabungnya Joey Pelupessy dari Lommel SK ramai diperbincangkan. Meski belum ada pengumuman resmi, kontraknya yang akan berakhir membuka peluang besar terjadinya transfer tersebut.
Jika transfer ini terwujud, Persib akan memiliki tambahan kualitas di lini tengah. Pengalaman Pelupessy bermain di Eropa dan kecerdasannya dalam membaca permainan bisa menjadikannya jenderal lapangan yang sangat berharga.
Kehadiran pemain baru juga menjadi krusial mengingat Persib akan menjalani jadwal padat, termasuk tampil di AFC Challenge League Two. Kompetisi Asia menuntut kedalaman skuad agar rotasi berjalan maksimal tanpa mengorbankan performa di liga domestik.
Meski begitu, jalan menuju hattrick juara tentu tidak akan mudah. Borneo FC masih menunjukkan konsistensi tinggi dengan organisasi permainan yang solid. Persija Jakarta pun menjadi ancaman serius. Tim Macan Kemayoran kini tampil lebih agresif dengan kombinasi pemain asing berkualitas dan duet tangguh di lini belakang seperti Rizky Ridho dan Jordi Amat.
Namun, jika menilik keseluruhan faktor—mulai dari mental juara, stabilitas pelatih, pengalaman meraih gelar beruntun, kedalaman skuad, hingga potensi tambahan amunisi—Persib masih berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar.
Peluang untuk mencetak sejarah hattrick juara Liga Indonesia terbuka lebar. Kuncinya terletak pada konsistensi, kecermatan rotasi pemain, dan kemampuan menjaga fokus hingga akhir musim. Jika semua itu mampu dijaga, bukan mustahil Maung Bandung kembali mengaum paling keras di puncak sepak bola nasional.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















