
Lebih jauh, para ahli kesehatan juga memperingatkan potensi risiko medis dari kebiasaan tersebut. Psikiater asal Beverly Hills, Carole Lieberman, menjelaskan bahwa posisi duduk dengan kaki tertekuk atau terangkat dalam waktu lama dapat menghambat aliran darah.
“Posisi ini dapat meningkatkan risiko trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT), yaitu pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah bagian dalam,” ujar Lieberman. Kondisi tersebut berbahaya karena gumpalan darah bisa berpindah ke paru-paru dan memicu emboli paru yang berpotensi fatal.
Untuk mengurangi risiko tersebut, penumpang disarankan mengenakan kaus kaki kompresi serta rutin menggerakkan kaki dan pergelangan selama penerbangan, terutama pada perjalanan jarak jauh.
Selain aspek kesehatan, masalah etika juga menjadi sorotan. Menurut pakar etiket sekaligus mantan pramugari asal Florida, Jacqueline Whitmore, meletakkan kaki di kursi pesawat termasuk perilaku yang tidak sopan dan dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Namun, ia menambahkan bahwa ada pengecualian dalam kondisi tertentu, selama dilakukan dengan bijak. “Jika ingin mengangkat kaki, pastikan tidak ada penumpang di sebelah Anda. Lepaskan sepatu, gunakan kaus kaki atau selimut agar tetap sopan dan bersih,” jelasnya.
Pada akhirnya, kenyamanan pribadi sebaiknya tetap memperhatikan keselamatan serta kenyamanan orang lain. Meski terlihat praktis dan viral di media sosial, tren tidur dengan kaki terangkat di pesawat sebaiknya dihindari demi keamanan bersama.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















