Tren Tidur dengan Kaki Terangkat di Pesawat Tuai Kontroversi, Dinilai Berbahaya bagi Kesehatan

Lebih jauh, para ahli kesehatan juga memperingatkan potensi risiko medis dari kebiasaan tersebut. Psikiater asal Beverly Hills, Carole Lieberman, menjelaskan bahwa posisi duduk dengan kaki tertekuk atau terangkat dalam waktu lama dapat menghambat aliran darah.

“Posisi ini dapat meningkatkan risiko trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT), yaitu pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah bagian dalam,” ujar Lieberman. Kondisi tersebut berbahaya karena gumpalan darah bisa berpindah ke paru-paru dan memicu emboli paru yang berpotensi fatal.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Untuk mengurangi risiko tersebut, penumpang disarankan mengenakan kaus kaki kompresi serta rutin menggerakkan kaki dan pergelangan selama penerbangan, terutama pada perjalanan jarak jauh.

Selain aspek kesehatan, masalah etika juga menjadi sorotan. Menurut pakar etiket sekaligus mantan pramugari asal Florida, Jacqueline Whitmore, meletakkan kaki di kursi pesawat termasuk perilaku yang tidak sopan dan dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Namun, ia menambahkan bahwa ada pengecualian dalam kondisi tertentu, selama dilakukan dengan bijak. “Jika ingin mengangkat kaki, pastikan tidak ada penumpang di sebelah Anda. Lepaskan sepatu, gunakan kaus kaki atau selimut agar tetap sopan dan bersih,” jelasnya.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Minta Sekolah Tak Pungut Iuran Perpisahan dan Study Tour

Pada akhirnya, kenyamanan pribadi sebaiknya tetap memperhatikan keselamatan serta kenyamanan orang lain. Meski terlihat praktis dan viral di media sosial, tren tidur dengan kaki terangkat di pesawat sebaiknya dihindari demi keamanan bersama.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================