Sejarah Masjidil Aqsa, Masjid Suci yang Dimuliakan dalam Islam

Pembangunan tersebut mencakup Masjid Qibli yang sebelumnya dibangun oleh Umar bin Khathab RA, serta pendirian Masjid Kubah Ash-Shakhrah atau Kubah Batu. Bangunan utama yang dibangun pada masa ini pada dasarnya masih dapat disaksikan hingga saat ini, meskipun berbagai renovasi terus dilakukan oleh para khalifah Islam setelahnya.

Masjidil Aqsa terus mengalami pembaruan pada masa Daulah Mamluk dan Daulah Utsmaniyah. Pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni, dibangun pagar-pagar besar yang mengelilingi seluruh kawasan Masjidil Aqsa serta sejumlah menara azan.

Masjidil Aqsa dalam Al-Qur’an dan Hadits

Masjidil Aqsa berada di kawasan Haram Al-Sharif atau Temple Mount yang terletak di Kota Tua Yerusalem. Keberadaan dan kemuliaannya disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang mengisahkan peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Surah Al-Maidah ayat 21 juga menyebutkan tentang tanah suci Baitul Maqdis sebagai wilayah yang diberkahi.

Dalam sebuah hadits, Abu Dzar RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid pertama yang dibangun di muka bumi. Rasulullah menjawab Masjidil Haram, kemudian Masjidil Aqsa, dengan jarak waktu pembangunan sekitar 40 tahun. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

BACA JUGA :  Fenomena Alam dalam Al-Qur'an dan Keterkaitannya dengan Sains Modern

Lokasi dan Luas Kawasan Masjidil Aqsa

Masjidil Aqsa terletak di Kota Al-Quds atau Baitul Maqdis, tepatnya di wilayah Al-Quds Timur, Palestina. Sejak tahun 1967, kawasan ini berada di bawah pendudukan Israel, meskipun secara hukum internasional Al-Quds Timur termasuk wilayah Palestina.

Masjidil Aqsa berdiri di dataran tinggi yang dikenal sebagai Gunung Baitul Maqdis atau Murayya. Dalam tradisi Yahudi, kawasan ini disebut Gunung Haikal.

Luas kawasan Masjidil Aqsa mencapai sekitar 144.000 meter persegi, berbentuk persegi panjang tidak beraturan, dengan tinggi tembok sekitar 12 meter. Kawasan ini mampu menampung hingga sekitar 400.000 jemaah.

Keistimewaan Masjidil Aqsa bagi Umat Islam

Masjidil Aqsa memiliki banyak keistimewaan, di antaranya merupakan kiblat pertama umat Islam, tempat terjadinya peristiwa Isra Mikraj, serta masjid kedua yang dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram. Keutamaan ini menegaskan kedudukan Masjidil Aqsa sebagai salah satu masjid paling mulia dalam Islam.

BACA JUGA :  Cara Menghadapi Bos Toksik Tanpa Harus Resign di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Alasan Masjidil Aqsa Diperebutkan

Masjidil Aqsa tidak hanya memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Islam, tetapi juga dianggap suci oleh pemeluk agama lain. Karena itulah, kawasan ini menjadi pusat perhatian dan perebutan sejak berabad-abad lalu.

Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa adalah salah satu dari tiga masjid utama yang sangat dimuliakan, bersama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di dalam kawasan Masjidil Aqsa juga terdapat bangunan bersejarah Kubah Batu atau Dome of the Rock yang memiliki kubah emas ikonik.

Kedudukan religius, sejarah panjang, serta nilai spiritual yang tinggi inilah yang menjadikan Masjidil Aqsa sebagai salah satu situs paling penting dan sensitif di dunia hingga saat ini.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================