Waspadai Efek Samping Makan Sayur Pakis, Jangan Asal Konsumsi

Pakis
Waspadai Efek Samping Makan Sayur Pakis, Jangan Asal Konsumsi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Bagi pencinta sayuran hijau, tanaman pakis tentu sudah tidak asing. Daun pakis muda kerap diolah menjadi berbagai hidangan, seperti sayur bening, tumisan, hingga campuran sambal, yang dikenal memiliki rasa khas dan menggugah selera.

Meski lezat dan kaya manfaat, konsumsi sayur pakis tetap perlu diwaspadai karena terdapat sejumlah efek samping yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Ibarat pedang bermata dua, daun pakis mengandung nutrisi yang bermanfaat sekaligus potensi risiko jika dikonsumsi secara tidak tepat.

Tanaman ini diketahui mengandung antioksidan yang berperan melindungi tubuh dari penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

Selain itu, pakis juga rendah kalori, lemak, dan kolesterol sehingga kerap dijadikan menu diet sehat.

Namun di balik manfaatnya, tidak semua jenis pakis aman dikonsumsi. Kesalahan dalam memilih jenis pakis maupun cara pengolahan yang kurang tepat justru dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh. Berikut beberapa efek samping makan sayur pakis yang perlu diperhatikan.

  1. Risiko keracunan

Salah satu efek samping paling serius dari konsumsi sayur pakis adalah risiko keracunan. Daun pakis muda mengandung senyawa alami tertentu yang bisa berbahaya bila dikonsumsi dalam kondisi mentah atau kurang matang.

BACA JUGA :  Peran Orang Tua Sangat Penting, Ini Cara Efektif Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Mengutip buku Sayuran Pakis, Tanaman Langka Enak Dikonsumsi serta Manfaat Tumbuhan Paku dan Tumbuhan Lumut (2024) karya Imas Hanifah Nurhasanah dan Nisa Amelia Hamidah, beberapa jenis pakis diketahui bersifat beracun. Di antaranya adalah pakis pakis (Pteridium aquilinum), pakis jantan (Dryopteris filix-mas), dan pakis pedang barat (Polystichum munitum).

  1. Gangguan pencernaan

Efek samping lain yang cukup umum adalah gangguan pencernaan. Mengonsumsi pakis mentah atau kurang matang dapat memicu mual, muntah, diare, kram perut, hingga sakit kepala. Hal ini bisa terjadi karena adanya bakteri atau mikroorganisme berbahaya yang masih menempel pada daun pakis.

Gejala gangguan pencernaan umumnya berlangsung kurang dari 24 jam, tetapi pada beberapa kasus dapat bertahan hingga tiga hari. Untuk meminimalkan risiko, pakis harus dicuci bersih dan dimasak hingga benar-benar matang. Mengganti air rebusan satu kali sebelum diolah lebih lanjut juga dianjurkan.

  1. Risiko penyakit beriberi

Daun pakis mengandung enzim thiaminase yang dapat merusak vitamin B1 (tiamin) di dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Kekurangan vitamin B1 berisiko menyebabkan penyakit beriberi, yang dapat mengganggu sistem saraf dan kardiovaskular.

Oleh karena itu, meskipun sayur pakis kaya nutrisi, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu sering dalam jumlah besar.

  1. Reaksi alergi
BACA JUGA :  Kebiasaan Sepele di Pagi Hari yang Tanpa Disadari Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

Pada sebagian orang, sayur pakis juga dapat memicu reaksi alergi meskipun kasusnya relatif jarang. Gejala yang muncul bisa berupa gatal-gatal, pembengkakan, atau rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Bagi yang baru pertama kali mencoba makan sayur pakis, disarankan untuk mencicipinya dalam porsi kecil terlebih dahulu dan memperhatikan reaksi tubuh.

  1. Iritasi kulit saat pengolahan

Bahaya pakis tidak hanya berasal dari konsumsinya. Beberapa jenis pakis memiliki duri halus atau rambut tajam pada pelepahnya yang dapat menyebabkan iritasi atau luka ringan pada kulit saat diproses.

Untuk menghindari risiko ini, sebaiknya gunakan sarung tangan saat membersihkan pakis dan pastikan daun pakis dimasak secara menyeluruh, baik dengan cara direbus, dikukus, maupun ditumis. Proses memasak juga membantu menetralkan zat-zat yang berpotensi menimbulkan iritasi.

Kesimpulannya, sayur pakis memang menawarkan banyak manfaat kesehatan, tetapi tetap harus dikonsumsi dengan bijak. Pastikan memilih jenis pakis yang aman, mengolahnya dengan benar, dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan efek samping.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================