
Natrium berlebih membuat tubuh menahan cairan, sehingga volume darah meningkat dan jantung harus bekerja lebih keras. Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menjadi pintu masuk penyakit serius seperti stroke dan penyakit jantung.
- Batu ginjal
Asupan garam berlebihan juga berdampak pada kesehatan ginjal. Natrium dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine, yang memicu pembentukan kristal dan akhirnya berkembang menjadi batu ginjal.
Konsumsi semur yang terlalu asin secara rutin dapat memperberat kerja ginjal dalam jangka panjang.
- Osteoporosis
Tak hanya memengaruhi tekanan darah, natrium berlebih juga berdampak pada kesehatan tulang. Garam yang tinggi dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine. Jika kondisi ini berlangsung lama, kepadatan tulang menurun dan risiko osteoporosis meningkat.
- Kanker lambung
Makanan tinggi garam, termasuk semur yang kaya kecap dan penyedap rasa, berpotensi meningkatkan risiko kanker lambung.
Garam berlebih dapat merusak lapisan pelindung lambung dan memicu peradangan kronis yang dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi kanker.
- Obesitas dan diabetes tipe 2
Kandungan gula dan kecap manis dalam semur menyumbang kalori tinggi tanpa nilai gizi yang seimbang. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu resistensi insulin.
“Jika dikonsumsi terus-menerus, risiko obesitas dan diabetes tipe 2 akan meningkat,” tambah Johannes.
Meski demikian, bukan berarti semur harus dihindari sepenuhnya. Semur tetap bisa dinikmati sesekali, terutama jika diolah dengan rempah alami dan penggunaan gula, garam, serta kecap manis yang lebih terkontrol.
Kunci utamanya adalah porsi dan keseimbangan, agar kelezatan semur tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















