
Menjaga tubuh tetap terhidrasi tidak hanya soal berapa banyak air yang diminum dalam sehari, tetapi juga konsistensi dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Namun, kebiasaan minum air juga perlu dibarengi dengan pemilihan jenis air minum yang tepat. Air minum berkualitas menjadi faktor penting untuk menunjang kesehatan tubuh secara optimal.
Penelitian yang dilakukan Bint-E-Zahra, ahli biologi molekuler dari Institute of Molecular Biology & Biotechnology, Bahauddin Zakariya University, Pakistan, menunjukkan bahwa konsumsi minuman berperasa dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik.
Dalam riset yang diterbitkan di National Journal of Health Sciences pada 2019, disebutkan bahwa konsumsi air minum murni dapat menurunkan risiko penurunan fungsi ginjal hingga 11 persen dibandingkan dengan minuman berperasa dan bergula.
“Air minum murni berperan penting dalam menjaga fungsi ginjal dan metabolisme tubuh,” tulis Bint-E-Zahra dalam penelitiannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Astrid Adelaide Siregar, Head of Marketing Amidis, menekankan pentingnya mengonsumsi air yang telah melalui proses multifiltrasi dan distilasi. Menurutnya, proses tersebut menghasilkan air murni yang aman untuk memenuhi kebutuhan hidrasi harian.
“Proses multifiltrasi dan distilasi merupakan teknologi keamanan ekstra untuk menjaga ginjal. Uap air yang dihasilkan benar-benar murni untuk dikonsumsi karena tidak ada kontaminan apa pun,” ujarnya.
Dengan menjaga frekuensi minum yang tepat dan memilih air minum berkualitas, kebutuhan hidrasi harian dapat terpenuhi secara optimal demi kesehatan tubuh jangka panjang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















