
Pada awal pekan ini, sejumlah pengguna mengeluhkan kegagalan unggahan video. Dalam pembaruan resmi pada Kamis, pihak UpScrolled mengonfirmasi bahwa masalah tersebut disebabkan lonjakan unduhan dan menyatakan bug telah diperbaiki.
Siapa di Balik UpScrolled?
UpScrolled didirikan pada Juli 2025 oleh Issam Hijazi, pengusaha asal Palestina-Yordania-Australia yang sebelumnya berkarier di perusahaan teknologi besar seperti Oracle dan IBM. Perusahaan ini mendapat dukungan dari Tech for Palestine, sebuah proyek advokasi yang mendanai inisiatif teknologi pro-Palestina.
Dalam wawancara dengan situs teknologi Rest of World, Hijazi mengungkapkan bahwa keputusannya membangun UpScrolled dipicu oleh kekecewaan terhadap industri teknologi besar, terutama di tengah kehancuran Gaza yang oleh Komisi Penyelidikan PBB disebut sebagai genosida.
“Saya kehilangan anggota keluarga di Gaza, dan saya tidak ingin terus terlibat dalam sistem yang menurut saya ikut berkontribusi pada ketidakadilan,” ujar Hijazi.
Ia juga menyoroti tingkat sensor konten yang tinggi di platform media sosial populer. Menurutnya, banyak pengguna merasa suara mereka dibungkam melalui praktik shadow banning.
“Saya melihat celah di pasar. Banyak orang bertanya mengapa tidak ada alternatif bagi platform Big Tech yang terus menyensor konten. Jadi saya berpikir, mengapa tidak kita bangun sendiri?” katanya.
UpScrolled mengklaim hanya memoderasi konten ilegal, seperti penjualan narkoba keras, tanpa menyentuh konten politik atau isu kemanusiaan. Hijazi menegaskan bahwa algoritma UpScrolled tidak dirancang untuk membuat pengguna terus menggulir tanpa henti.
“Bukan karena kami tidak tahu caranya. Membuat algoritma seperti itu sangat mudah. Tapi saya tidak ingin melakukannya karena saya tahu dampaknya terhadap manusia, terutama generasi muda,” ujarnya.
Berbeda dari platform besar lain, feed UpScrolled saat ini sepenuhnya bersifat kronologis. Sementara halaman Discover diurutkan berdasarkan tingkat interaksi, tim pengembang tengah bereksperimen menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menyesuaikan konten dengan minat pengguna.
Melalui situs resminya, UpScrolled menegaskan misinya untuk menyediakan ruang digital tempat pengguna dapat bebas mengekspresikan pikiran, berbagi momen, dan terhubung dengan orang lain.
Perusahaan tersebut juga menekankan bahwa UpScrolled adalah platform yang dimiliki penggunanya, bukan oleh algoritma tersembunyi atau agenda pihak luar.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














