Hubungan Pernikahan dalam Islam: Tanggung Jawab dan Keadilan dalam Poligami

Oleh karena itu, apabila seorang pria merasa tidak sanggup memikul tanggung jawab besar tersebut, Islam lebih menganjurkan untuk menikah dengan satu istri saja. Prinsip ini bertujuan menjaga keharmonisan keluarga dan mencegah terjadinya kezaliman yang dilarang agama.

Hukuman bagi Suami yang Tidak Adil

Islam memberikan peringatan keras kepada suami yang berpoligami namun bersikap berat sebelah. Ketidakadilan tersebut tergolong perbuatan zalim yang akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Dalam kajian hadis yang dikemukakan oleh Yusuf al-Qardhawi, disebutkan sebuah hadis Rasulullah SAW:

“Barangsiapa mempunyai dua istri, lalu ia lebih cenderung kepada salah satunya, maka pada hari kiamat ia akan datang dalam keadaan salah satu sisi tubuhnya miring.”

BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Hadis ini diriwayatkan antara lain oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Ancaman tersebut menunjukkan betapa seriusnya konsekuensi ketidakadilan dalam poligami. Gambaran datang pada hari kiamat dengan tubuh miring menjadi simbol kehinaan dan hukuman atas kezaliman yang dilakukan semasa hidup.

Pesan moral dari hadis ini sangat jelas: poligami bukanlah sarana pemuasan hawa nafsu, melainkan tanggung jawab berat yang menuntut integritas, kesungguhan, dan keadilan total. Tanpa keadilan, praktik tersebut berubah menjadi dosa besar.

BACA JUGA :  Charger Ponsel Dibiarkan Tercolok Terus di Stopkontak, Amankah? Ini Penjelasannya

Pernikahan dalam Islam dibangun di atas fondasi keadilan dan tanggung jawab. Poligami diperbolehkan, tetapi dengan syarat yang sangat ketat dan konsekuensi moral yang besar. Islam tidak mendorong ketidakadilan, melainkan justru membatasi dan mengaturnya agar tidak terjadi kezaliman terhadap perempuan.

Dengan demikian, bagi seorang pria yang tidak yakin mampu berlaku adil, pilihan terbaik menurut ajaran Islam adalah menikah dengan satu istri saja. Prinsip ini menjaga keharmonisan keluarga sekaligus menjauhkan diri dari dosa akibat ketidakadilan.

Wallahu a‘lam.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================