
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa berdasarkan data hisab per 17 Februari 2026, posisi hilal di Indonesia berada pada rentang -2° 24,71′ hingga 0° 58,08′ dengan elongasi 0° 56,39′ sampai 1° 53,60′.
Secara matematis, angka tersebut belum mencapai kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS, terlebih ijtimak diprediksi baru terjadi pada pukul 19.01 WIB.
Data hisab tersebut nantinya akan disandingkan dengan hasil pemantauan lapangan (rukyatulhilal) dalam sidang isbat. Sidang ini dihadiri oleh Menteri Agama, DPR, MUI, serta perwakilan ormas Islam dan negara sahabat.
Proses sidang akan melalui empat tahapan utama, yakni:
- Pemaparan posisi hilal berdasarkan data hisab,
- Verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah,
- Sidang pleno penetapan awal Ramadan,
- Konferensi pers pengumuman hasil keputusan.
Arsad mengimbau masyarakat untuk bersabar menantikan pengumuman resmi pemerintah terkait penetapan awal puasa Ramadan 1447 H.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















