
Setelah salat Subuh, Anda juga bisa melanjutkan tidur selama satu hingga dua jam sebelum memulai aktivitas pagi. Cara ini membantu memenuhi kebutuhan tidur harian yang mungkin terpotong.
- Tidur dan Bangun di Jam yang Sama
Menjaga konsistensi waktu tidur sangat penting. Selama Ramadan, cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Kebiasaan ini membantu tubuh membentuk ritme tidur yang stabil sehingga kualitas istirahat tetap terjaga.
- Tidur Setelah Salat Subuh
Menurut Johns Hopkins Medicine, tidur kembali selama satu hingga dua jam setelah Subuh sebelum bersiap bekerja dapat membantu mencukupi durasi tidur total. Strategi ini efektif bagi mereka yang harus bangun sangat pagi untuk sahur.
- Coba Tidur Siang Singkat
Tidur siang selama 20–30 menit saat waktu istirahat atau awal sore dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi tubuh secara signifikan. Power nap singkat ini membantu mengurangi rasa kantuk tanpa membuat tubuh terasa lemas saat bangun.
- Batasi Konsumsi Kafein
Selain mengatur jam tidur, batasi konsumsi kafein saat Ramadan. Kafein dapat bertahan dalam tubuh hingga sekitar tujuh jam. Jika Anda berencana tidur sebelum pukul 22.00, sebaiknya hindari minuman berkafein saat berbuka puasa.
Konsumsi kafein berlebihan di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat Anda sulit terlelap.
Mengatur pola tidur dengan baik selama Ramadan akan membantu menjaga stamina dan konsentrasi sepanjang hari.
Dengan jadwal tidur yang teratur dan kebiasaan yang sehat, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih optimal dan tubuh tetap bugar. Selamat menjalankan ibadah puasa!
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















