BOGORTODAY.COM – Lendir di tenggorokan dan paru-paru kerap muncul saat pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan. Meski sebenarnya berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh, produksi lendir yang berlebihan bisa memicu batuk terus-menerus, rasa sesak, hingga nyeri dada.
Dalam kondisi tertentu, penumpukan lendir juga berisiko meningkatkan infeksi lanjutan seperti pneumonia.
Melansir Cleveland Clinic, lendir bertindak sebagai “perisai” yang membantu menangkap kuman berbahaya (patogen), sekaligus tetap memungkinkan oksigen dan nutrisi masuk ke dalam tubuh.
Namun, ketika lendir menjadi terlalu kental dan sulit dikeluarkan, ia dapat menyumbat saluran napas serta memperparah peradangan.
Sementara itu, menurut Verywell Health, pada penderita penyakit paru kronis seperti bronkitis kronis atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pengelolaan lendir merupakan bagian penting dari terapi jangka panjang.
Berikut sejumlah cara menghilangkan lendir di tenggorokan dan paru-paru yang bisa dicoba:
- Perbanyak Minum Cairan Hangat
Cairan hangat membantu mengencerkan lendir yang kental sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk. Pilihannya antara lain:
- Teh hangat
- Kaldu
- Air hangat dengan perasan lemon
Teh hijau juga mengandung antioksidan yang berpotensi membantu mengurangi peradangan saluran napas, meski efektivitasnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
- Menghirup Udara Lembap
Mengutip Health, udara lembap dapat membantu melonggarkan lendir di paru-paru.
Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Menggunakan humidifier
- Menghirup uap air hangat
- Mandi air hangat
- Duduk di kamar mandi dengan pancuran menyala
Uap membantu membuka saluran napas dan memudahkan lendir keluar saat batuk.
- Konsumsi Bahan Herbal
Beberapa bahan herbal memiliki sifat antiinflamasi, seperti:
- Jahe: membantu meredakan iritasi tenggorokan.
- Kunyit: kandungan kurkumin berpotensi menekan peradangan.
- Bawang putih: dalam studi laboratorium hewan, senyawa aktifnya menunjukkan kemampuan mengurangi produksi lendir.
Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas sehingga penggunaannya sebaiknya sebagai pendamping, bukan pengganti terapi medis.
- Gunakan Minyak Esensial
Minyak peppermint (mentol) dan eucalyptus kerap digunakan untuk membantu pernapasan terasa lebih lega.
- Mentol memberikan sensasi sejuk dan membantu mengurangi rasa tersumbat.
- Eucalyptus sering ditemukan dalam balsem atau produk pelega napas.
Minyak esensial dapat digunakan dengan cara dihirup sebagai uap atau dioleskan pada dada (harus diencerkan terlebih dahulu). Penting diingat, minyak esensial tidak boleh diminum langsung karena dapat berbahaya, terutama eucalyptus murni.
- Berkumur dengan Air Garam
Melansir Healthline, berkumur dengan air garam hangat dapat membantu melonggarkan dan mengencerkan lendir di tenggorokan.
Caranya:
- Campurkan 1 cangkir air hangat dengan ½ hingga ¾ sendok teh garam.
- Gunakan untuk berkumur selama 30–60 detik.
- Buang, jangan ditelan.
Beberapa penelitian menunjukkan metode ini dapat membantu meredakan gejala pilek.
- Minum Obat Pengencer Lendir
Obat ekspektoran membantu melonggarkan lendir agar lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Obat ini umumnya mengandung guaifenesin sebagai bahan aktif.
Guaifenesin bekerja pada kelenjar penghasil lendir di tenggorokan dan dada untuk membantu mengencerkan lendir serta mempermudah pengeluarannya.
- Konsumsi Madu
Madu dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu meredakan batuk, terutama pada malam hari pada anak-anak.
Sejumlah penelitian menunjukkan madu lebih efektif dibandingkan tanpa pengobatan atau plasebo dalam meredakan batuk. Namun, respons tiap individu bisa berbeda.
Kapan Harus ke Dokter?
Produksi lendir sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Namun, segera konsultasikan ke tenaga medis jika:
- Lendir menetap lebih dari beberapa minggu
- Disertai demam tinggi
- Terjadi sesak napas
- Nyeri dada berat
- Lendir berwarna hijau pekat atau bercampur darah
Penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti pneumonia dan menjaga fungsi paru tetap optimal.
Dengan perawatan yang sesuai—baik alami maupun medis—lendir berlebih dapat dikelola sehingga pernapasan kembali lega dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















