Hukum Mencampur Niat Puasa Syawal dan Qadha Ramadan: Tinjauan Fikih Empat Mazhab

Perbedaan ijtihad adalah rahmat dan kewajaran dalam khazanah keilmuan Islam. Tidak perlu ada sikap saling menyalahkan. Bagi yang ingin berhati-hati (ihtiyath), memisahkan keduanya tentu lebih utama. Namun, bagi yang memiliki keterbatasan waktu atau kondisi, mengikuti pendapat yang membolehkan juga memiliki landasan yang kuat.

BACA JUGA :  BMW Hadirkan Tiga Mobil Performa Baru di Indonesia, M2 CS Jadi Bintang Utama

Panduan Niat

Bagi Anda yang akan menjalankan ibadah tersebut secara terpisah, berikut adalah bacaan niatnya:

Niat Puasa Sunnah Syawal:

Nawaitu shauma ghadin fi syahrisy-syawwali sunnatan lillāhi ta’ālā.

(Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.)

BACA JUGA :  Apa Itu Soft Spoken? Mengenal Arti dan Ciri-ciri Kepribadian yang Lembut dan Menenangkan

Niat Puasa Qadha Ramadan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta’ālā.

(Aku berniat mengganti puasa wajib Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================