BOGORTODAY.COM – Selai kacang menjadi salah satu bahan makanan favorit yang hampir selalu tersedia di dapur. Namun, masih banyak orang yang bingung mengenai cara penyimpanannya—apakah harus dimasukkan ke dalam kulkas atau cukup disimpan di suhu ruang. Jawabannya ternyata tidak sama untuk semua jenis selai kacang.
Perbedaan cara penyimpanan ini bergantung pada jenis selai kacang yang digunakan. Secara umum, terdapat dua kategori utama, yakni selai kacang alami dan selai kacang konvensional.
Selai kacang alami butuh suhu dingin
Selai kacang alami biasanya hanya terbuat dari kacang tanah yang dipanggang dan dihaluskan, tanpa tambahan bahan pengawet. Karena komposisinya yang sederhana, jenis ini lebih rentan mengalami perubahan kualitas.
Tanpa penyimpanan yang tepat, minyak dalam selai dapat terpisah dari padatannya, bahkan memicu bau tengik. Selain itu, risiko pertumbuhan jamur juga lebih tinggi jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
Untuk menjaga kesegaran dan kestabilan teksturnya, selai kacang alami sebaiknya disimpan di dalam kulkas. Suhu dingin membantu memperlambat pemisahan minyak sekaligus mempertahankan rasa agar tetap optimal.
Selai kacang konvensional lebih fleksibel
Berbeda dengan versi alami, selai kacang konvensional umumnya telah melalui proses tambahan, seperti penggunaan pengawet dan zat penstabil. Kandungan ini membuat teksturnya tetap menyatu dan lebih tahan lama.
Karena kadar airnya rendah, mikroorganisme sulit berkembang pada jenis ini. Oleh karena itu, selai kacang konvensional cukup disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, seperti lemari dapur.
Meski demikian, menyimpannya di kulkas tetap diperbolehkan, terutama setelah kemasan dibuka, untuk memperpanjang masa simpannya.
Berapa lama selai kacang bisa dikonsumsi?
Daya tahan selai kacang juga berbeda tergantung jenisnya. Produk komersial yang belum dibuka umumnya dapat bertahan sekitar 6 hingga 9 bulan di suhu ruang. Setelah dibuka, masa simpannya berkisar 2 hingga 3 bulan di lemari dapur, atau bisa lebih lama jika disimpan di kulkas.
Sementara itu, selai kacang alami memiliki masa simpan lebih panjang jika belum dibuka dan disimpan di kulkas, bahkan bisa mencapai satu tahun. Namun setelah dibuka, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 3 hingga 4 bulan agar kualitasnya tetap terjaga.
Simpan dengan cara yang tepat
Memahami jenis selai kacang sangat penting untuk menentukan cara penyimpanan yang benar. Selai kacang alami membutuhkan suhu dingin agar tidak cepat rusak, sedangkan selai kacang konvensional lebih fleksibel dalam penyimpanannya.
Dengan cara penyimpanan yang tepat, selai kacang tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap aman dikonsumsi dengan rasa dan tekstur yang tetap terjaga.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















