
Tips Meningkatkan Penyerapan Zat Besi
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam pola makan sehari-hari:
- Kombinasikan dengan Vitamin C
Vitamin C berperan membantu mengubah zat besi non-heme menjadi bentuk yang lebih mudah diserap tubuh. Mengonsumsi makanan kaya vitamin C bersamaan dengan sumber zat besi nabati dapat meningkatkan efektivitas penyerapannya.
Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi antara lain jeruk, stroberi, pepaya, tomat, paprika, dan sayuran hijau. Menambahkan perasan jeruk nipis pada makanan atau makan buah setelah makan bisa menjadi cara praktis.
- Tambahkan Vitamin A dan Beta Karoten
Nutrisi ini membantu tubuh memanfaatkan cadangan zat besi yang tersimpan. Vitamin A dan beta karoten dapat ditemukan pada wortel, ubi jalar, labu, bayam, kale, serta buah berwarna oranye seperti mangga dan pepaya.
- Padukan dengan Protein Hewani
Mengonsumsi sumber zat besi nabati bersama protein hewani seperti daging, ayam, atau ikan dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Kombinasi ini membuat tubuh lebih efisien dalam memanfaatkan nutrisi yang masuk.
- Hindari Teh dan Kopi Saat Makan
Minuman seperti teh dan kopi mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaiknya beri jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan sebelum mengonsumsinya.
- Atur Konsumsi Kalsium
Kalsium memang baik untuk tulang, tetapi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi zat besi, dapat mengurangi penyerapannya. Oleh karena itu, produk susu sebaiknya dikonsumsi di waktu berbeda.
- Perhatikan Kandungan Fitat
Fitat yang terdapat dalam biji-bijian, kacang-kacangan, dan sereal dapat mengikat zat besi sehingga sulit diserap tubuh. Untuk menguranginya, makanan tersebut bisa direndam, difermentasi, atau dipadukan dengan sumber vitamin C.
Memenuhi kebutuhan zat besi tidak selalu harus melalui suplemen. Dengan memahami jenis zat besi serta cara mengombinasikan makanan secara tepat, tubuh dapat menyerap nutrisi ini secara lebih maksimal.
Pola makan yang seimbang dan cerdas menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan, sekaligus mencegah risiko anemia dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















