
Kebiasaan menghias telur untuk Paskah diperkirakan sudah ada sejak abad pertengahan. Pada masa itu, telur termasuk makanan yang tidak dikonsumsi selama masa puasa menjelang Paskah.
Sebagai penanda berakhirnya masa tersebut, telur dihias dengan berbagai warna dan motif. Setelah itu, telur-telur tersebut dimakan bersama sebagai bagian dari perayaan.
Tradisi ini terus berkembang hingga kini, bahkan menjadi aktivitas yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak.
Makna Spiritual bagi Umat Kristiani
Bagi umat Kristiani, telur bukan sekadar hiasan atau simbol budaya. Telur mencerminkan makna mendalam tentang kehidupan baru. Dari luar tampak sederhana, tetapi di dalamnya tersimpan potensi kehidupan.
Hal ini sejalan dengan makna Paskah sebagai kemenangan atas kematian dan lahirnya harapan baru. Seperti anak ayam yang keluar dari cangkangnya, kebangkitan Yesus menjadi simbol pembaruan dan keselamatan.
Rangkaian Perayaan Paskah di Indonesia
Di Indonesia, Paskah dirayakan melalui rangkaian Pekan Suci yang dimulai dari Minggu Palma, dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga mencapai puncaknya pada Minggu Paskah.
Pada tahun 2026, rangkaian tersebut berlangsung sebagai berikut:
- Kamis Putih: 2 April 2026
- Jumat Agung: 3 April 2026
- Sabtu Suci: 4 April 2026
- Minggu Paskah: 5 April 2026
Telur Paskah bukan hanya elemen dekoratif, tetapi memiliki makna simbolis yang dalam. Ia menggambarkan kehidupan baru, harapan, dan kebangkitan yang menjadi inti dari perayaan Paskah itu sendiri.
Melalui simbol sederhana ini, umat Kristiani diajak untuk merenungkan arti kehidupan, pembaruan, dan iman yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















