
Afriansyah Noor mengungkapkan rencana pemerintah untuk menambah kapasitas peserta secara signifikan pada tahun 2026.
“Kemarin kami juga sudah rapat dengan DPR RI untuk menambah kapasitas jumlah dari 100.000 menjadi 150.000 peserta. Penambahannya akan dimulai pada batch selanjutnya di tahun 2026 ini, sekitar bulan Mei atau Juni,” ungkap Wamenaker.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 9.000 perusahaan dari berbagai sektor telah berkolaborasi dalam program ini melalui aplikasi Magang Hub. Sektor-sektor tersebut mencakup industri, kesehatan, BUMN, hingga pertambangan.
“Sektor di mana saja, sama dengan awal. Cuma kapasitasnya bertambah. Memang ada pemikiran kita untuk melebarkan sayap bagi anak-anak yang di atas itu (profesional), cuman sekarang ini kita lagi fokus untuk menjembatani anak-anak yang fresh graduate dulu agar mereka fokus mendapatkan pendidikan magang kerja,” tegasnya.
Sementara, Direktur Utama RS UMMI, dr. Najib Askar, menyambut baik evaluasi tersebut dan berterima kasih atas kepercayaan pemerintah. Ia mencatat bahwa RS UMMI saat ini merupakan rumah sakit dengan kunjungan terbesar kedua di Kota Bogor yang didukung oleh 478 karyawan.
“Program magang ini merupakan jembatan yang efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Kami melihat para peserta magang hampir tidak ada bedanya dengan karyawan dari segi kinerja. Secara umum semua lulusan sangat baik dan bisa beradaptasi selayaknya karyawan tetap,” pungkas dr. Najib.
Senada dengan hal tersebut, Fatur, salah satu peserta magang, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia berharap pengalaman praktis yang didapatkannya di RS UMMI menjadi bekal kuat untuk menapaki jenjang karier di masa depan.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














