
Paving block berbahan plastik ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan produk konvensional. Selain lebih ringan, material ini juga tahan terhadap air laut, tidak mudah retak akibat reaksi kimia seperti sulfat, serta lebih fleksibel menghadapi perubahan suhu. Karakteristik tersebut membuatnya cocok digunakan di wilayah pesisir.
Tak hanya memberikan manfaat lingkungan, inovasi ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Warga dapat memproduksi paving block secara mandiri sebagai usaha desa, kemudian memasarkannya ke daerah lain yang membutuhkan.
Dalam penerapannya, tim peneliti juga melibatkan masyarakat secara langsung. Warga diajarkan seluruh proses produksi, mulai dari memilah dan mengeringkan sampah plastik, proses peleburan, pencetakan, hingga tahap pendinginan hingga menjadi paving block siap pakai.
Hasil produksi tersebut telah dimanfaatkan untuk memperbaiki jalan setapak dan berbagai fasilitas umum di Pulau Balai. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis pemberdayaan masyarakat, inovasi ini menjadi contoh nyata bahwa permasalahan lingkungan dapat diubah menjadi peluang yang bermanfaat secara sosial dan ekonomi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















