
Jika keluhan tidak kunjung membaik setelah lebih dari tujuh hari, ada kemungkinan itu adalah sinusitis. Kondisi ini ditandai dengan hidung tersumbat yang menetap, lendir kental berwarna, serta rasa nyeri atau tekanan di area wajah seperti dahi, pipi, dan sekitar mata.
Nyeri pada sinusitis biasanya terasa lebih berat saat menunduk atau berbaring. Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami penurunan kemampuan penciuman, bau tidak sedap dari hidung, hingga demam ringan jika infeksi melibatkan bakteri.
Menariknya, sinusitis juga bisa menunjukkan pola yang disebut double worsening, yaitu gejala sempat membaik lalu kembali memburuk.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Sinusitis lebih rentan terjadi pada orang dengan riwayat alergi, polip hidung, atau gangguan struktur hidung seperti deviasi septum. Paparan polusi udara dan asap rokok juga dapat memperparah kondisi ini.
Karena itu, penanganan sinusitis tidak bisa disamakan dengan flu biasa. Dibutuhkan pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis serta menentukan terapi yang tepat.
Pentingnya Diagnosis yang Tepat
Penanganan yang sesuai sangat bergantung pada penyebab keluhan. Flu biasanya cukup diatasi dengan istirahat, sementara alergi memerlukan penghindaran terhadap pemicu. Adapun sinusitis membutuhkan evaluasi lebih lanjut, bahkan dalam beberapa kasus memerlukan tindakan medis dengan teknologi tertentu.
Dengan mengenali perbedaan ketiganya, masyarakat diharapkan tidak lagi salah mengira gejala yang muncul. Jika keluhan berlangsung lama atau semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Menjaga kesehatan saluran pernapasan dan peka terhadap perubahan gejala menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















