
Tata Cara Puasa Arafah
Pelaksanaan puasa Arafah pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Dilaksanakan pada 9 Zulhijah, bertepatan dengan prosesi wukuf di Arafah
- Menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
- Dianjurkan bagi umat Islam yang tidak berhaji
- Membaca niat sejak malam hari hingga sebelum fajar
Niat Puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةٌ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah memiliki sejumlah keistimewaan yang luar biasa, di antaranya:
- Menghapus dosa dua tahun
Puasa ini diyakini mampu menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits.
- Kesempatan terbebas dari siksa neraka
Hari Arafah disebut sebagai momen di mana Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibanding hari lainnya.
- Waktu terbaik untuk berdoa
Hari Arafah juga dikenal sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa pada hari tersebut.
Puasa Arafah bukan hanya sekadar ibadah sunnah, tetapi juga menjadi kesempatan besar untuk meraih ampunan dan keberkahan.
Dengan memahami jadwal, tata cara, dan keutamaannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan optimal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















