
Meski mencatat prestasi, Teguh mengakui sektor sanitasi masih menjadi tantangan besar. Tercatat masih ada sekitar 344 titik yang memerlukan intervensi septic tank komunal guna mencapai status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.
Selain sanitasi, letak geografis Cibogor yang berada di dataran rendah dan menjadi titik pertemuan aliran air dari area stasiun serta pasar membuat wilayah ini rentan terhadap banjir lintasan dan longsor.
“Cibogor ini menjadi titik pertemuan air kiriman dari stasiun dan pasar. Jika hujan besar, air cepat naik. Kami bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pengurus RW terus melakukan mitigasi bencana secara rutin,” tambah Teguh.
Keamanan Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan
Di sisi keamanan, program “Jaga Lembur” yang bekerja sama dengan Polsek Bogor Tengah terbukti efektif menekan angka tawuran remaja. Dalam dua bulan terakhir, wilayah yang sebelumnya rawan konflik kini terpantau kondusif.
Dalam hal pengelolaan lingkungan, Kelurahan Cibogor juga telah mendistribusikan gerobak sampah dan kontainer ke setiap RT untuk mengubah pola pikir warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.
“Dulu warga sering buang sampah ke sungai karena dekat, tapi sekarang sarana prasarana sudah kita siapkan di tiap RT agar pola pikir masyarakat berubah dan lingkungan tetap bersih,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kelurahan Cibogor memiliki luas wilayah 46,51 hektare dengan jumlah penduduk sebanyak 7.110 jiwa yang tersebar di 6 RW dan 28 RT. Kelurahan ini juga baru saja menorehkan prestasi sebagai Juara 1 lomba Pojok Ekspresi dan Orang Tua Hebat tingkat Kota Bogor.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















