
Berbeda dengan minuman fermentasi terkontrol, teh yang dibiarkan terlalu lama dapat mengalami pertumbuhan mikroorganisme yang tidak dapat diprediksi. Karena itu, kondisi ini menjadi tanda bahwa teh sebaiknya tidak lagi diminum.
- Warna Menjadi Keruh
Perubahan tampilan juga bisa menjadi indikator penting. Teh yang masih segar biasanya memiliki warna yang relatif jernih, meskipun tingkat kejernihannya bisa berbeda tergantung jenis dan kualitasnya.
Namun, saat sudah basi, teh cenderung tampak lebih keruh dan tidak segar. Meski begitu, perubahan warna saja tidak selalu menjadi patokan utama, karena penyimpanan di kulkas pun bisa memengaruhi tampilan tanpa langsung merusak rasa.
Rasa Tetap Jadi Acuan Utama
Dari berbagai tanda tersebut, rasa tetap menjadi indikator paling penting. Jika teh sudah mengalami perubahan rasa, terutama menjadi asam atau tidak enak, maka sebaiknya tidak lagi dikonsumsi meskipun tampilannya masih terlihat normal.
Teh memang termasuk minuman yang mudah disajikan dan dinikmati, tetapi tetap memiliki batas waktu kesegaran setelah diseduh. Memahami tanda-tanda teh basi dapat membantu menghindari konsumsi minuman yang sudah tidak layak, sehingga kesehatan tetap terjaga tanpa mengurangi kenikmatan saat menikmati teh.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















