
Pakar reumatologi, Dr. dr. Rudy Hidayat, SpPD, K-R, FINASIM, FACR, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan upaya menjaga standar kompetensi yang sudah dimiliki setiap dokter spesialis penyakit dalam.
“Dunia kedokteran berubah sangat cepat. Teknik yang dulu tidak menggunakan USG, sekarang sudah mewajibkan panduan imaging. Melalui kegiatan ini, kita memastikan indikasi dan teknik yang diberikan kepada pasien selalu merujuk pada rekomendasi terbaru, baik nasional maupun internasional,” jelas dr. Rudy.
Ketua PAPDI Bogor, dr. Erwin, SpPD, FINASIM, menyatakan bahwa ini merupakan tahun kedua kerja sama produktif dengan Mayapada Hospital Bogor. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar-cabang ilmu kedokteran demi keselamatan pasien.
“Cabang ilmu penyakit dalam sangat luas, mencakup 12 sub-divisi. Kami berupaya mempertahankan kompetensi ini dan berkolaborasi dengan disiplin lain seperti ortopedi. Di era sekarang, kita tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, melainkan saling berkolaborasi sesuai kompetensi demi kemaslahatan manusia,” ungkap dr. Erwin.
Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee Chair), dr. Fahrenheit, SpPD, melaporkan bahwa workshop kali ini diikuti oleh 64 peserta yang tidak hanya berasal dari Bogor, tetapi juga Jakarta, Tangerang, Malang, Yogyakarta, hingga Surabaya.
“Kami melibatkan lintas departemen dalam acara ini, mulai dari spesialis ortopedi, rehabilitasi medik, anestesiologi, hingga radiologi. Tujuannya agar penanganan pasien ke depan menjadi lebih komprehensif,” kata dr. Fahrenheit.
Rangkaian acara terdiri dari pemaparan materi teori pada pagi hari, dilanjutkan dengan sesi hands-on atau praktik langsung pada siang hari. Dalam sesi tersebut, para peserta diberikan kesempatan melakukan tindakan injeksi intra-artikular dengan bimbingan instruktur ahli.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















